Aku Tidak Mau Pulang, Ayah!

1137 Kata

Vano menyeruak di antara para tetangganya serta beberapa preman yang terlihat sedang mencengkeram kerah baju yang dikenakan Pak Tio. "Siapa kalian?" bentak Vano yang dengan gagahnya mendorong preman yang hampir mencelakai Pak Tio. "Vano." Suara seseorang yang memanggil namanya terasa tak asing di telinga Vano. Ia menoleh ke sisi kanan dan melihat ayah kandungnya berdiri persis di sebelah Pak Joko. "Ayah?" "Iya, Nak. Ayah datang ke mari untuk menjemputmu." Hendra melangkah maju. Namun, Vano menjauhinya. "Ayah menjemputku dengan cara seperti ini, hah? Ayah memang tidak bisa berubah. Ayah selalu kasar dengan siapa pun!" tukas Vano dengan emosi yang membara. Rifki dan dua penjaga kafe mengamati Vano, berbaur dengan para tetangga Pak Tio yang sedang menyaksikan drama sedih ini. "Nak, Ay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN