Pak Joko menerima uang itu dengan penuh rasa hina. Ia menyesal telah memberitahu keberadaan Vano kepada keluarga kandungnya. Tetangga Pak Tio pun menjadi membenci Pak Joko. Mereka kompak untuk memusuhi Pak Joko dan juga istrinya yang sudah menimbulkan keributan dan mengganggu ketentraman komplek pemulung itu. "Makanya, Pak. Kita ini pemulung ya mulung aja. Gak usah mimpi dapat uang berjuta-juta," hardik salah satu pemulung. "Tapi mending lah, tidak dapat uang dari keluarga Vano, tapi dia bisa pegang uang lembaran merah cukup banyak berkat orang tadi," sahut pemulung lain. Pak Joko melipat uang itu dan memasukannya ke dalam saku. Ia juga menarik tangan istrinya agar segera masuk ke dalam rumah. "Bapak malu, Bu," kata Pak Joko setelah ia menutup pintu dan menguncinya. "Ibu nyesel dan m

