"Anda siapa?" tanya dokter yang sedang merawatnya. "Saya orang yang sudah ditolong Nenek Ani. Bagaimana keadaanya sekarang?" Vano tak bisa membendung air matanya. Entah sudah berapa kali Vano menitikan air mata sejak ia menginjakkan kakinya di ibukota. "Kondisi nenek stabil. Hari ini bisa pulang. Hanya saja, sejak kemarin tidak ada pihak yang mau menjadi wali dari pasien." "Syukurlah kalau Nenek bisa pulang hari ini. Apa biaya perawatannya sudah dibayar?" "Saya tidak mengurus masalah itu. Anda bisa bertanya langsung pada bagian kasir rawat inap." Dokter dan dua perawat itu pergi meninggalkan nenek tua yang yang masih terlihat lemah. Lantas Vano menghampirinya. "Apa Nenek tidak apa-apa?" tanya Vano menunjukkan rasa gelisahnya. "Tidak, Nak. Kamu tau dari mana Nenek ada di sini?" "Aku

