Menerima Tawaran Rifki

1294 Kata

"Ya, Rifki. Sepertinya aku berubah pikiran karena terdesak kebutuhan," balas Vano yang kembali memarkirkan sepeda Winda. "Akhirnya kamu berubah pikiran juga. Ayo masuk ke ruanganku dulu! Aku harus buar surat perjanjian untukmu agar kau tak kabur dariku," ledek Rifki seraya menepuk bahu Vano. "Ke ruanganmu? Berarati aku harus masuk? Bagaimana jika pengunjungmu kabur saat orang lusuh dan bau sepertiku masuk ke bangunan mewah seperti ini?" "Jika mereka kabur, akan ku pastikan mereka tidak bisa masuk ke kafe ku lagi." Lagi-lagi RIfki menjawaba pertanyaan Vano dengan candaan. Tanpa malu atau pun risih, Rifki merangkul Vano dan mengajaknya masuk ke dalam kafe mewah miliknya. Dua penjaga yang sudah mendorong Vano pun merasa malu sendiri dengan perbuatannya. Mereka sudah tidak peracaya dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN