Setelah membayar air mineral kepada nenek itu, Rifki segera menuju kafe sebelum Vano sampai. Ia mengendarai mobilnya hingga menyalip Vano yang sedang mengayuh sepeda. Rifki tersenyum dan merasa beruntung bisa mengenal orang baik seperti Vano yang mementingkan orang lain meski ia sendiri kesusahan. Sesampainya di depan kafe, Rifki menunggu kedatangan Vano dari depan pintu. Ia melihat Vano yang sudah semakin dekat dan akhirnya memasuki pelataran parkir. "Apakah aku terlambat?" tanya Vano dengan napas yang terengah-engah. "Belum. Ayo kembali ke ruanganku dulu!" ajak Rifki. Vano kembali mengikuti Rifki ke ruangannya. Namun, sebelmunya Rifki meminta salah satu pelayan di kafenya untuk mengantar dua gelas minuman dan makanan ke dalam ruangannya. Vano duduk di sofa di ruangan RIfki. Ia mera

