Vano menurunkan Winda dari punggungnya. Tubuhnya terjatuh dalam pelukan sang ibu. Ia menangis tersedu. Bu Wati tak mengerti apa yang terjadi. Lantas, kedua orang tua Winda menenangkannya. Mereka masuk, duduk di ruang tamu yang sempit itu. Vano mengambilkan segelas air putih untuk gadis malang yang terus menangis tanpa henti. Bu Wati bertanya pada Vano, "Apa yang sebenarnya terjadi hingga baju baru Winda robek seperti itu?" Vano menjelaskan semua dari apa yang pertama kali ia lihat hingga Fabio dibawa warga ke kantor polisi. Bu Wati tak kuasa menahan tangisnya. Ia mengira kesucian anak gadisnya telah ternoda. Namun, Winda menggelengkan kepalanya. Mungkin karena Vano datang sedetik lebih cepat. Jika tidak, ketakutan seorang ibu itu bisa saja terjadi. Winda yang perlahan mengobati trau

