Kelicikan Pak Joko

1310 Kata

Di kediaman Hendra, ia masih sibuk dengan pencarian Vano. Sejak hari itu sampai saat ini, Hendra belum juga bekerja. Sinta sudah memintanya untuk mencari pekerjaan baru sembari mengurus pencarian Vano. Namun, Hendra menolak dengan alasan ia tidak akan fokus melakukan dua hal dalam waktu yang bersamaan. "Sudah seminggu kita menyebar selebaran ini. Tapi kenapa tidak ada kabar juga?" tanya Sinta dengan pasrah. "Iya, bahkan kita juga belum mendapat kabar baik dari polisi. Kemana sebenarnya Vano?" Ponsel Hendra yang diletakkan di meja tiba-tiba berdering. Ia melihat nomor baru yang memanggilnya. "Siapa, Mas?" tany Sinta. "Tidak tau. Nomor baru." "Angkat, Mas. Siapa tau ada hubungannya dengan Vano." Hendra segera mengangkatnya dan meninggikan volume suara agar Sinta juga bisa mendengar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN