43. Pria Manipulatif

1222 Kata

"Liana!" Merasa Berliana tidak merespon panggilannya, membuat Juniawan mengencangkan suaranya. Namun jangankan menoleh, gadis itu malah berteriak semakin histeris. "Berliana! Sadarkan dirimu!" Akhirnya Juniawan mengguncang kuat tubuh Berliana, berharap jika sang putri mendengarkan dirinya. Satu kali guncangan. Dua kali guncangan ... sampai lima kali guncangan akhirnya Berliana kembali pada kesadarannya. Dia menatap bingung Juniawan, seakan-akan baru kembali dari ruang gelap yang tak berujung. "Papa ...," panggil Berliana lirih. Juniawan akhirnya dapat menghela napas lega. Emelia segera menuju kompor dan memasak air untuk membuat s**u. Sembari menunggu air mendidih, dia memperhatikan interaksi sepasang ayah dan anak itu. Tangannya mengepal tiba-tiba hingga urat-uratnya menonjol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN