“Jadi anak itu anakku?!” Desy mengangguk. Mr. Alex semakin bingung. “Maaf, ada apa ini sebenarnya?” Mr. Alex tak bisa menahan rasa penasarannya. “Ini masalah keluarga, Mr. Alex. Mari ke kantin, saya akan memberikan sedikit pengertian kepada Anda,” jawab Pak Chandra Pak Chandra lantas mengajak Mr. Alex yang terlihat enggan meninggalkan depan ruang ICU. “Kenapa kamu nggak bilang, Dessiii...????” “Apa yang harus saya katakan jika Bapak tak pernah menanyakannya?” Desy menjawab dengan sengit. “Arrrgggghhh...!!!” Romi menggaruk rambutnya dengan kasar, merasa geram dengan dirinya sendiri. Desy hanya mampu menatap bossnya yang kini merasa sangat bersalah karena membuat Rin masuk rumah sakit, meskipun tanpa sengaja. “Bahkan aku nyaris membuatnya terbunuh, Desy.... Walaupun ... walaupun kau

