“Loh, Bang?” Jay menepuk bahu Galang yang sedang duduk sendirian. Galang berbalik, melihat ke sumber suara. Jay duduk di kursi yang ada di depan Galang. “Gue kadang kepengen makan bareng Ravenna lagi di kantin ini.” Galang tersenyum, masih mengaduk-aduk makanannya di piring. “Lo kangen? Padahal kemarin barusan liburan bareng Ravenna.” “Ravenna tuh ngangenin, Bang. Maksudnya ngangenin as a friend. Dia kayak nyambung gitu ke gue, ke kita deh. Makanya kangen juga.” Jay menghela napasnya kasar. Kemudian Jay berjalan ke prasmanan. Waktu sudah menunjukkan waktu makan siang. Kali ini, Galang sedang mengerjakan pekerjaannya di agensi. Meskipun artistnya sedang berhalangan hadir bekerja di agensi, tapi tetap saja Galang harus datang untuk melakukan pekerjaan lainnya. “Oi, Ris,” sapa Galang

