Hancur, itu yang dirasakan Anael saat ini, seketika tubuh mungilnya lemas karena pemandangan di depannya. Sebagian siswa melihatnya dengan mulut sedikit terbuka. Bukan karena ingin, tapi karena terkejut. Bahkan ada yang tak sengaja menumpahkan mie rebus yang masih dibawanya di tangan. Gempar, hibah dan juga gaduh suasana kantin hari ini. Banyak pasangan mata yang melihat adegan tak biasa di sekolah. Biru dan Clara kini menjadi pusat perhatian. Clara tersenyum senang. Menatap Biru tak percaya, tangannya sesekali memegangi bibir warna pink itu. Senyumnya sama sekali tak pudar dari wajah cantiknya. "Mau pesen makan apa?" tanya Clara gugup. Anael pergi meninggalkan pemandangan itu, Vero tentu mengikutinya. Ia tak tahu lagi dengan perbuatan Biru. Cowok itu berubah tiga ratus enam puluh dera

