10. Sepuluh

1254 Kata

Biru perlahan membuka matanya, merasakan pening di kepalanya yang begitu sangat terasa. Meringis kesakitan sembari tangannya menahan kepalanya. Mencoba bangkit dari posisinya, yang akhirnya berhasil. "Bagaimana bisa, lo pingsan?" Suara Sian berhasil mengalihkan pandangan Biru. Penglihatannya yang sedikit kabur, perlahan membaik karena berkali-kali ia mengedipkan matanya. "Pingsan?" tanyanya lirih, Biru bingung. Sian yang masih berdiri diambang pintu kamar bernuansa biru tua itu akhirnya masuk. Biru bingung, saat tersadar dirinya benar-benar sudah di dalam kamarnya. Ia menelaah senti demi senti ruangan itu. Tepat, ia memang sudah berada di kerajaan miliknya. "Anael yang bawa lo ke sini." Pernyataan Sian membuat Biru menoleh ke arahnya. Mengangkat satu alisnya ke atas. "Anael?" tanyanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN