9. Sembilan

2121 Kata

"Lo apaan, sih?" Anael melepaskan tangan Biru saat sudah di tempat sepi, yaitu belakang gedung sekolah. Biru tersenyum sinis. "Kenapa? Lo gugup?" "Heh." Anael berusaha tenang. "Enggak, nggak masuk akal aja, tiba-tiba lo nembak gue di depan anak-anak. Bukannya lo masih marah sama gue?" Tawa Biru pecah, membuat Ana sangat bingung. "Serius, lo cowok paling aneh." "Lo pikir, gue serius suka sama lo? Dan acara tadi gue nembak lo, dianggap serius juga? Gila aja lo," ucap Biru lalu kembali tertawa. "Biru!" seru Ana tak terima. "Nyebelin banget jadi orang. Lo pikir, hidup selucu itu! Hah!" bentak Ana, air matanya hampir terjatuh. Tubuhnya sedikit bergetar. "Heh." Biru kini yang terkejut melihat reaksi Ana. Ana pergi, namun Biru mencegahnya dengan memegang lengannya. "Bantu gue kali ini,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN