Biru bergegas turun saat sudah memarkirkan mobilnya di pelataran Starbucks kafe. Ia masuk dan mengedarkan pandangannya mencari sosok Clara. Wajahnya tak bisa berbohong, terlihat jelas sedang sangat khawatir. Netranya menangkap sosok cewek yang ia cari sedang memainkan ponselnya dengan senyum terus mengukir di bibir manisnya. Biru mendekat, wajahnya terlihat sangat marah. Menggebrak meja yang merupakan tempat duduk Clara. "Dimana Anael?" tanyanya ketus. "Biru." Seakan senang dengan kehadiran Biru, Clara tersenyum sumringah. "Duduk," perintahnya genit. "Dimana Anael?" Biru mengulang pertanyaannya. "Kenapa nyariin dia? Ada gue, yang pastinya lebih baik dari dia." Clara memandu tangan Biru untuk duduk, namun segera ditepisnya. "Gue tanya, dimana Anael?!" bentak Biru. Membuat mereka kini

