Biru melangkahkan kakinya menuju atap sekolah tanpa sepatah katapun. Ana benar-benar mengikutinya setelah tadi cowok itu menarik lengannya dengan kasar. Tanpa protes Ana terus berjalan menuju atap. Sepasang mata Mr. Jack menangkap keduanya tanpa diketahui oleh Biru maupun Ana. Biru menghentikan langkahnya ketika sudah berada di atap. Memastikan tak ada orang selain dia dan Ana. Menatap Anael dengan sangat tajam. "Kenapa?" tanya Ana ragu. Biru mendengkus, matanya terpejam. Otaknya berpikir harus mengatakan apa. Sepersekian detik matanya kembali terbuka dan seperti meminta jawaban dari seorang Ana. "Apa?" Lagi-lagi Ana bertanya. "Maksud lo apa? Antara gue sama Sian!" bentak Biru kesal. "Kalian saudara," jawab Ana dengan polosnya. "Apa?" Biru tak percaya. "Gue nggak suka ada orang yan

