Langit semakin menunjukkan kegelapannya. Senja jingga sudah berakhir cukup lama. Terasa angin berhembus kencang terasa dingin tanpa ada sedikitpun kehangatan yang bisa disentuh. Jendela kamar yang membawa angin dingin itu kini telah ditutup oleh pemiliknya. Mencegah rasa sunyi dari luar untuk masuk ke dalam kamar. Si pemilik kamar yang bukan lain adalah Kayla melihat ponselnya yang tidak berdering sama sekali. Dalam hatinya ada prasangka buruk, tapi setiap prasangka buruk selalu ada kemungkinan hal baik yang mungkin bisa mengiringi. “Dia bahkan nggak tanya, apa aku sudah sampai rumah atau belum,” pikir Kayla yang duduk di salah satu sisi tempat tidurnya. Lelah yang menjadi begitu terasa berat, membuat wanita itu menjatuhkan diri. Membiarkan tubuhnya berada di antara selimut yang sudah

