Mengingat Fajar memang begitu menyakitkan. Tapi ingatan itu memang tidak pernah bisa lupa. Sampai kapanpun Kayla akan masih mengingat. Apalagi kenyataan tentang fajar adalah kenyataan ayahnya meninggal. Artinya ada rasa benci rindu kecewa dan dendam bercampur menjadi satu. Sebenarnya selama ini, Kayla merasa sunyi karena harus terlalu lama sendiri. Hidup hanya bersama dengan sang ibu. Membuat Kayla sering sekali berimajinasi. Andai Fajar menemaninya. Benar-benar menghabiskan waktu sisa hidupnya bersama-sama. Ia tidak akan semerana ini. Namun ia ingat itu hanya imajinasi. Tak seharusnya dibayangkan terlalu sering. Mungkin memang ini hidup yang harus dijalani. Beban berat melupakan masa lalu. Memang tidak mudah. Kini Kayla yang tadinya duduk di depan meja rias kamarnya. Akhirnya, menjatu

