Don't Let Me

1117 Kata

Kayla akhirnya sampai di depan tempat usaha percetakan Fajar. Ia menatap bangunan itu. Bangunan yang sebenarnya sudah menyaksikan berbagai kisah dirinya dengan Fajar. "Hallo!" sapa Kayla dengan seseorang di sambungan ponselnya. "Aku udah qada di depan percetakan. Kamu ada di mana?" Tak lama setelah itu, seorang pria muncul menyapa Kayla. Ia tersenyum sangat manis seakan tidak terjadi apa-apa.. "Siang Kay! Akhirnya kamu datang menemuiku," sapa Fajar begitu biasa. Ia seperti sudah sangat berubah. Penampilannya begitu lain dari keseharian yang dulu. Kayla tersenyum simpul. Ia sedikit terkejut manakala sepasang matanya menangkap potongan rambut Fajar yang begitu berbeda. Tidak ada poni pendek menghias di kening Fajar. Yang ada hanya rambut dengan style berbeda seperti orang kantoran ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN