"Assalamualaikum Kayla pulang!" ucap Kayla sambil membuka pintu utama rumahnya. Ia berusaha bersikap sewajarnya seperti tidak terjadi apa-apa. Sepasang kakinya terus berjalan hingga ke dapur. Di sana, ia melihat Bu Rima sedang membuat makanan ringan. Mungkin akan digunakan untuk cemilan nanti malam saat menonton TV bersama. Kayla duduk di salah satu kursi yang ada di sekitar meja makan. Wajahnya terlihat ditekuk tapi tidak ingin terlalu menunjukkan raut kesedihan. Ia meraih air dingin yang sudah ada di atas meja. Meneguknya perlahan membuat tenggorokan miliknya sedikit basah. "Ibu bikin bakwan. Kamu mau coba. Tapi masih panas," ucap Bu Rima sambil meletakkan sepiring bakwan di atas meja. Bu Rima melihat ekspresi sang anak. Tampak sepasang matanya seperti menahan genangan air. Terlih

