Don't be Sad

1045 Kata

"Assalamualaikum Kayla pulang!" ucap Kayla sambil membuka pintu utama rumahnya. Ia berusaha bersikap sewajarnya seperti tidak terjadi apa-apa. Sepasang kakinya terus berjalan hingga ke dapur. Di sana, ia melihat Bu Rima sedang membuat makanan ringan. Mungkin akan digunakan untuk cemilan nanti malam saat menonton TV bersama. Kayla duduk di salah satu kursi yang ada di sekitar meja makan. Wajahnya terlihat ditekuk tapi tidak ingin terlalu menunjukkan raut kesedihan. Ia meraih air dingin yang sudah ada di atas meja. Meneguknya perlahan membuat tenggorokan miliknya sedikit basah. "Ibu bikin bakwan. Kamu mau coba. Tapi masih panas," ucap Bu Rima sambil meletakkan sepiring bakwan di atas meja. Bu Rima melihat ekspresi sang anak. Tampak sepasang matanya seperti menahan genangan air. Terlih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN