Papa Cindy mengerang kesakitan berteriak mendapat tembakan dari Sean. "Papa..." Ucap Cindy yang masih dalam posisi yang sama. Mama Cindy yang mendengar suara tembakan itu juga ikut cemas dan takut. Apa lagi mama Cindy mendengar kata papa dari putrinya. Mau bertindak pun dirinya tidak bisa. Cekikan Diva belum juga terlepas dari sana. Nafasnya mulai tersengal tapi Diva masih tidak melepaskan tangannya. Wajah mama Cindy terlihat sangat merah kebiruan, lalu Diva melepaskan keduanya dengan kasar. Keduanya terjatuh dengan keadaan lemah. Uhhuukk.. Mama Cindy terbatuk tidak henti-hentinya. "Apa itu enak?" Tanpa rasa bersalahnya Diva kembali menunjukkan wajah tengilnya di sana. "Kalian semua memang orang-orang jahat!" Cindy kembali berteriak. "Oowh... Tentu, kami memang jahat. Tapi itu hany

