Tapi beda lagi jika Ana menghadapi mama Cindy, harusnya mama Cindy juga mengajarkan yang baik. Bukan bertindak konyol hingga menyewa orang-orang bayaran. "Kau apakan istriku, hah?" Teriak papa Cindy saat Ana berada di depan ruangannya. "Sebaiknya turunkan suaramu, jangan sampai nanti suamiku tau dia akan menghabisi mu." Sarkas Ana padanya. Tentu saja Sean pasti tidak akan membiarkan orang-orang membentak dirinya. Ana berjalan pergi dengan langkah cepatnya, dia terlihat kesal, marah dan benar-benar murka karena berani menyentuh anak-anaknya. Apa lagi membuatnya terluka, dirinya saja bahkan tidak pernah memukul anak-anaknya. Diva yang baru saja tina di sana terlihat bingung dengan aunty-nya yang terlihat sangat kesal itu. "Kau di sini?" Tanya Riko melihat kedatangan Diva. "Kenapa aunty

