Bab 18

1554 Kata

"Aunty tenang saja, orang yang membuat Aditya terluka sudah tidak ada." Sahut Diva. "Apa maksudmu?" Tanya Ana. Diva pun menunjukkan TV yang sedang memberitakan orang-orang yang tewas tergeletak di sana tadi. "Jadi itu ulahmu, Aditya?" Aditya menganggukkan kepalanya dengan pertanyaan sang mami. "Siapa orang-orang itu? Biar nanti mami yang mengurus sisanya," ucap Ana terlihat garang. "Tenangkan dirimu, sayang. Aditya pasti bisa mengatasi orang-orang itu," ucap Sean yang di angguki oleh Aditya. "Tidak bisa, enak saja." Ana tidak bisa di bujuk dengan rayuan Sean. "Tenangkan dirimu, mam. Kami anak-anakmu pasti bisa menjaga diri," sahut Asry pada sang mami. "Bisa apanya? Kemarin dirimu yang ingin di singkirkan, dan sekarang terjadi pada adikmu. Bagaimana bisa mami tenang," Ana benar-benar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN