Bab 85-IVF

1684 Kata

“Neng?” “Ya. Ini Ari. Ari ada di rumah sakit. Ada temu janji dengan Dokter Rasidin. Aa datang, ya.” Setelah pulang dari Lebak, Ari menghubungi Opick. Hati pria itu awalnya kembang, mendapat panggilan dari Ari. Suara perempuan itu begitu lembut, manis, seakan gula-gula kapas. Namun, baik Opick maupun dokter Rasidin sendiri dibuat melongo ketika perempuan itu mengajukan permohonan untuk memusnahkan embrio beku mereka. Alasannya jelas, di antara mereka tiada ikatan lagi. Sebuah perceraian yang menjadi alasannya. Namun, seperti yang sudah-sudah Opick ngotot mengatakan bahwa mereka sebenarnya masih sah sebagai suami istri. Dua minggu yang lalu saat mereka berdua keluar dari ruangan Dokter Rasidin, perut Opick rasanya bergolak. Bagaimana Ari, perempuan penuh welas asih yang ia tahu bagai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN