Untuk pertama kalinya Milea dan Alya bercengkerama sebagaimana layaknya saudara kandung. Sebagai sesama perempuan seharusnya mereka menjadi partner yang solid dalam berbagai hal, seperti membersihkan rumah, menghias rumah, memasak, berdandan dan lain sebagainya. Tetapi tidak mereka lakukan selama ini akibat keegoisan Alya. Sayangnya, acara bercengkerama mereka untuk pertama kalinya ini tidak bisa berlangsung lama. Ratmi, sang Ibu membubarkan kedekatan mereka dengan mengajak mereka berkumpul di meja makan untuk makan siang yang belum waktunya. Bukannya tidak senang kedua putrinya rukun kembali, rupanya Ratmi telah menyiapkan kejutan kecil di meja makan. "Cepat ya Nduk, Bapak dan Usman sudah menunggu." teriak Ratmi sebelum meninggalkan kamar Milea. "Iya Buk," jawab Milea dan Alya komp

