Alya yang sudah menunjukkan perubahan sikap tidak lagi ragu untuk menemui Milea, Adik kandung yang selama ini di bencinya dan mendapatkan perlakuan buruk darinya. Sebagai Kakak tertua, bukannya mengayomi Adiknya, Alya justru sering mem-bully sang adik yang berhati lembut. Beruntung Milea bukan orang yang mudah baper dan tersinggung, apalagi sakit hati. Tetapi kejadian terakhir di hari lamaran sang Adik menyisakan sesal di hati Alya. Sikapnya sudah sangat keterlaluan. Tetapi dari sanalah kesadaran itu muncul dan Alya dengan kesadaran penuh memutuskan untuk mengakhiri kebenciannya kepada Milea. Berkat suaminya pikirannya yang selama ini salah karena terjebak oleh perasaan iri dan dengki, menjadi terbuka dan menimbulkan persepsi baru yang benar. Benar bukan dari sudut pandang pribadi, m

