Kania masih memikirkan ucapan suaminya semalam. Ada rasa kasihan melihat suaminya tidak menikmati pekerjaan sekarang, walaupun saat mengantar ke hotel Haidar memasang ekspresi bahagia seakan dia senang-senang saja akan berangkat ke kantor. "Nanti makan siang bareng, ya, gue nggak mau kecolongan lagi." Haidar masih kesal setiap mengingat ada mantan Kania cari-cari kesempatan berdua. Kania mengangguk sebelum turun dari mobil, tidak ingin berdebat panjang dan akan ada drama lanjutan. Setelah Kania berdiri di balik meja resepsionis, ada Tirta yang menghampiri dengan senyuman ramah. "Pagi, Pak Tirta," sapa Kania sekadar formalitas seperti biasa. Dia hanya menjalankan tugas tanpa ada niat lebih. Tirta tersenyum ramah. "Belum ada tamu nggak sibuk, kan? Aku boleh nanya-nanya soal Rara nggak

