Kania dan Haidar sudah selesai makan siang, tetapi Haidar sengaja mutar-mutar sampai Kania protes takut terlambat. Haidar tidak peduli kalaupun Kania keluar dari pekerjaan malah untung, dia masih heran dengan sikap sang istri yang seolah mendiamkan. Sewaktu makan hanya diaduk-aduk malas dan menyuap beberapa sendok saja. "Putar balik enggak?" Kania melolot. "Ngomong dulu dong, gue salah apa masa begini marahan." Haidar merengek seperti anak kecil. Kania masih malas membahas, sekalipun benaknya dipenuhi prasangka buruk kalau Haidar menerima telepon Sofia di belakang. Tidak tahu kenapa Kania merasa jengkel, padahal dulu tidak masalah Haidar kencan bersama sahabatnya itu. Kania merasa Sofia terlalu ikut campur masalah rumah tangganya. Salah Kania juga bercerita apa pun pada Sofia, teta

