Nolan sebelumnya telah menawarkan pada Deva dan Erlangga untuk mencari tempat agar mereka bisa berbicang. Namun, keduanya hanyalah orang asing di kota megapolitan ini, sehingga menyerahkan semuanya pada Nolan. Akhirnya, polisi berdarah Irlandia itu membawa kedua tamunya ke sebuah kafe yang cukup ramai, tetapi masih memiliki ruangan yang bisa disewa secara pribadi. Begitu memasuki ruangan yang sunyi itu, ketiganya saling berkenalan secara singkat. Tak butuh waktu lama pula untuk pramusaji mengantarkan minuman yang telah mereka pesan bersamaan dengan memesan tempat tadi. Bersamaan dengan pramusaji yang akan keluar, muncul seseorang dibalik pintu. Berbeda dengan Erlangga yang tidak mengenali sosok itu, Deva dan Nolan sangat memahaminya. Hanya saja, Deva terlihat lebih terkejut dibandingkan N

