Hanya empat jam Carlo Dante menghabiskan waktu di lab. Selanjutnya, sesuai rencana, saat ini juga ia harus bergerak cepat mencuri ionos dari ruang penyimpanan materi. Waktunya tak banyak.
“Menurutku kau harus pulang dulu agar sistem EDOS mengakui alibimu,” saran Shiva mengingatkan.
“Tidak, kita lihat seberapa pandai kapten Saturn Gallant itu menyadarinya. Sampai kapanpun aku takkan punya alibi, karena cuma aku yang berpotensi mencuri. Kita hanya harus ‘menidurkan’ sistem EDOS dengan gambar palsu menggunakan cam spider. Selanjutnya, terserah Skivanov mau bilang apa, yang penting, Dual Exchanger sudah memiliki ‘nyawa’ malam ini.”
“Semua orang di lab mengira bahwa yang sedang mereka kerjakan adalah purwarupanya. Bagaimana jika mereka tahu kau telah mengakali proyek?”
“Tak seorang pun mengeluh jika alasan ‘tidak tahu’ akan menyelamatkan mereka. Kapten Skivanov tahu betul telah mempertaruhkan reputasi karena memercayai seorang mantan anggota Lethal-X sepertiku dan aku yakin, di belakangnya telah berderet puluhan rencana cadangan untuk menghadapi berbagai situasi yang berbeda, bahkan jika keadaan memburuk.”
“Memburuk?”
“Kilat di matanya menunjukkan kecemasan. Aku tak tahu ada apa sebenarnya namun dengan mengambil ionos darinya, kita akan segera tahu jawabannya.”
Shiva dengan mudah mengirim false image atau gambar palsu ke semua kamera tanam dan jaringan keamanan EDOS di sepanjang jalan menuju ruang penyimpanan materi dan di dalam ruangan itu sendiri, setelah Dante menembakkan cam spider ke salah satu langit-langit. Sesuai namanya, alat itu akan bergerak bak parasit dengan kamera pengawas sebagai sasarannya, bahkan kamera yang tak terlihat sekalipun. Selanjutnya, Shiva tinggal memanipulasi sistem sehingga EDOS tidak akan curiga dengan pergerakan tanpa izin Carlo Dante, termasuk ketika pemuda itu mengeluarkan alat khusus untuk membuka pintu. Tiba di dalam, ia berhati-hati melubangi rak kaca. Materi ionos aman digenggam dengan tangan tanpa pengaman juga tidak menghasilkan radiasi sehingga Dante langsung memasukkannya ke dalam tas ranselnya begitu saja.
Lubang rak kaca ia kembalikan seperti semula. Sebuah perekat khusus mampu melebur tiap goresan agar menyatu seperti sediakala. “Memang tak ada gunanya, tapi aku suka kerapian.” gumamnya, tersenyum pada diri sendiri melalui refleksi kaca.
“Dante, kurasa ada masalah.” kata Shiva mengingatkan.
“Kau tidak diprogram untuk ‘merasa’, Shiva. Kalkulasinya harus tepat. Ada masalah apa?” Dante terus berjalan tenang bahkan setelah berhasil keluar ruangan tersebut.
“Kaca rak penyimpanan ionos mampu mengirim sinyal darurat jika terjadi pembobolan.”
Langkah Dante terhenti di depan pintu lorong. Pintu itu akan membawanya keluar dari area militer. Mendengar penjelasan Shiva, ia hanya bisa mendesah napas panjang. “Mengapa baru sekarang kau katakan?”
“Kaca mengirim sinyal tepat setelah pisau lasermu menggoresnya. Kali ini, kau harus mengakui bahwa Kapten Skivanov tidak sebodoh yang kau kira. Mungkin dia sengaja menunggumu mencurinya.”
Pintu lorong terbuka dan benar saja, seperti dugaan Shiva, sekitar dua puluh staf militer siap menembakkan apapun yang menjadi isi senjata mereka ke arah Carlo Dante.
“Shiva, aku belum siap terpanggang. Apa pilihan terbaik?” bisiknya.
“Menyerah.”
“Yang benar saja.”
“Aku tahu, mengerahkan dua puluh stafku adalah penghinaan bagimu. Sebelumnya, kau pernah menghadapi satu batalion militer Italia seorang diri. Entah kegilaan macam apa yang kau lakukan, tapi … bagiku itu luar biasa. Kau tak ada bedanya dengan mesin perang. Benar kata Central, kau adalah aset. Bila kupikir ulang, semuanya tampak jelas dan masuk akal.” Suara Kapten Skivanov muncul dari deretan staf militer paling belakang. Lantas ia berjalan mendekati Dante dengan sikap mengintimidasi. Telapak tangannya terangkat di depan Dante, meminta sesuatu. “Ionos?”
Tanpa membuang muka, Dante mengeluarkan ionos dari dalam tas, lalu menyerahkannya dengan sangat terpaksa. Kerja kerasnya sia-sia. Demikian mudah tertangkap karena meremehkan sang kapten, kini dia harus menghadapi keputusan pria itu akibat perbuatannya, termasuk hukuman berat sekalipun. Parahnya lagi, dia tak punya pilihan selain menerimanya sebab masih memikirkan profesinya yang lain sebagai Space DJ. Ia tidak mau mengecewakan orang-orang yang sudah memercayainya. Terutama Ray, manajernya.
“Katakan, apakah kau peduli pada kariermu sebagai Space DJ? Musik sudah menjadi pilihan hidupmu yang baru dan mampu mengubah kepribadianmu menjadi lebih baik. Kudengar, gelar Space DJ terbaik juga sudah di tanganmu setelah berhasil memenangkan battle itu. Hidup yang sempurna, mengingat tak seorang pun yang menyadari siapa kau yang sesungguhnya.” ucap Skivanov sambil menimang ionos itu sebentar.
Dahi Dante berkerut, isyarat ia mempertanyakan niat pria itu meskipun tahu ke arah mana kalimat Kapten Skivanov tertuju. “Maksudmu?”
“Satu lagi kesempatan, Space DJ. Bila kau terbukti membahayakan nyawa semua orang, aku sendiri yang akan menghabisimu, bukan para stafku. Mengerti? Apapun rencanamu, sebaiknya berguna. Pastikan semua yang kau punya tidak sia-sia!”
Dante kaget ketika ionos ditekankan ke dadanya. Kapten Skivanov menyerahkan kembali benda itu kemudian pergi dengan menarik mundur semua stafnya. Menganggap peristiwa itu tak pernah terjadi.
Berdiri terpana tak percaya pada apa yang dialaminya, Dante kembali bicara pada Shiva, “Kau lihat? Kurasa Kapten Skivanov sudah gila.”
“Kurasa Kapten sedang berusaha mati-matian untuk percaya padamu, Dante. Kau tahu apa artinya.”
“Artinya? Benda ini milikku, itu saja.”
Tak berselang lama, Dante sudah tiba di dalam ruang pribadinya. Meletakkan ransel di lantai, setelah mengambil ionos. “Kapten Skivanov tetap tidak tahu apa rencanaku. Dia juga tidak menanyakan itu. Permainan psikologis ini sebenarnya cukup menantang tapi aku sedang tak punya waktu. Yang jelas dia tetap akan marah jika tahu bahwa aku tidak membuat senjata untuknya.”
“Apakah kita akan mengurai materi ionos saat ini juga?” tanya Shiva, mengamati Dante yang langsung sibuk.
“Ya, tapi tidak secara fisik. Pindai dulu spesifikasinya, apakah masih sama dengan data ionos yang kita punya. Jika sudah ada hasilnya, aku akan membawanya ke lab. Di sana juga sudah tersedia materi ionos, namun sangat berbeda. Itulah mengapa Kapten membiarkan aku mengambil materi ionos yang terbaik, karena dia tahu, apa yang kudapat di lab semuanya hanya mainan anak kecil. Kapten akan tahu aku memecah materi di sana, tapi tak menyadari ada bagian kecil yang hilang. Ya, hanya sedikit yang kubutuhkan. Sobat kecil kita itulah yang akan menjadi inti tenaga Dual Exchanger.”
Setelah Shiva selesai memindai ionos, dan itu membutuhkan beberapa menit, ia melaporkan hasilnya dan Dante tampak puas. Rencananya akan berjalan mulus. Sejenak memikirkan perasaan Skivanov padanya nanti, tapi siapa peduli? Orang itu juga cuma peduli pada proyek senjatanya. Sambil merenung di atas tempat tidur, satu pertanyaan besar menari-nari di benaknya.
Benarkah?
Sesungguhnya ia tak perlu peduli. Untuk apa memikirkan membuat Dual Exchanger yang lebih besar dan mengubah persenjataan internal Saturn Gallant? Katakan saja yang sejujurnya pada kapten bahwa ia butuh waktu, dan serahkan Dual ‘kecil’ padanya. Beres! Ia pun bisa bekerja lagi sebagai Space DJ tanpa dikejar-kejar deadline tugas menyebalkan itu. Tapi … bagaimana jika perkiraan Kapten Skivanov tentang lemahnya Saturn memang benar? Jika kapal induk ini diserang lalu lumpuh akibat minimnya level persenjataan, bukankah itu juga salahnya? Tanggung jawabnya? Maka kariernya sebagai Space DJ pun sudah pasti tamat jika kapal ini hancur lebur. Lebih buruk lagi, jika tidak ada waktu untuk evakuasi warga, maka populasi manusia di dalamnya pun akan musnah. Ya, sistem senjata tanpa evakuasi yang terencana sama saja bunuh diri, kecuali bila Saturn adalah kapal perang. Memikirkan itu semua, menambah kusut otak Dante. Satu hal saja akan merambat ke hal yang lain yang lebih penting dan tidak bisa dinomorduakan.
“Ada lagi yang kau pikirkan?” Shiva menangkap keanehan di mata Dante yang terus menatap kosong langit-langit.
“Ibarat dua sisi uang logam, aku tidak bisa menutup mata pada keselamatan nyawa semua orang di kapal ini. Pada saatnya nanti, aku harap Kapten Skivanov mengerti. Aku hanya … belum percaya padanya. Siapapun pasti terbit nafsu serakah bila sudah memegang senjata terkuat di alam semesta ini.”
“Kau memikirkan …. ”
“Jalur evakuasi. Semuanya harus sempurna, Shiva. Tidak boleh timpang salah satu. Ionos tidak bisa ditanam begitu saja ke dalam perut Saturn, semuanya butuh proses yang cukup lama.”
“Lebih baik kau bicarakan itu dengan Kapten.”
“Seandainya aku bisa. Seperti yang kukatakan, aku belum bisa percaya padanya.”
“Baiklah, Carlo Dante. Sementara proses Dual portable tetap berlanjut, matangkan dulu rencanamu. Kita tetap tidak bisa melakukannya jika masih tersandung sesuatu.”
Dante mengangguk. “Kau benar. Semoga situasi tidak bertambah buruk.”
Sejak tertangkapnya Dante yang mencuri ionos, Kapten Skivanov memperketat pengawasan terhadap Space DJ itu berikut laboratorium senjata. Satu hal yang pasti, ia tinggal memastikan apakah ionos masih utuh atau berkurang, sebab berkurang sedikit saja, sudah pasti Dante pelakunya. Ia tidak akan mengizinkan rencana lain di luar rencana yang sudah ia tetapkan. Semua harus berjalan sesuai rencananya sendiri. Sesekali ia mengamati perilaku Dante dari jauh saat pemuda itu bekerja di lab. Ia cukup menyalakan layar virtual dan semua terlihat baik-baik saja. Ia tidak berharap Dante mengerti karena kata ‘mengerti’ atau ‘memahami’ tidak pernah ada dalam kamus watak mereka masing-masing.
“Kapten,” sistem AI EDOS bersuara.
“Ya?”
“Sinyal komunikasi Central diterima.”
“Sambungkan.”
“Connected.”
Tampak wajah buram seseorang, dialah Central yang tak pernah menampakkan diri walau kepada siapapun. Konon, Central akan terus mewariskan DNA-nya melalui proses klona agar mendapatkan sosok manusia yang sama, baik fisik, mental maupun kecerdasannya. Mengabdi demi kepentingan umat manusia di luar angkasa dengan cara berpikir jauh ke depan. Pemain catur tingkat tinggi anti diplomasi, semua dilakukannya demi napas manusia. Untuk itu, ia memiliki tempat tinggal khusus, sebuah kapal induk luar angkasa yang tidak diketahui peta perjalanannya. Kapal hantu yang diberi nama Central Residence.
“Ionos akan dipindahkan. Aku tidak perlu memeriksa jumlahnya. Aku percaya padamu, Kapten Skivanov.” kata Central membuka percakapan.
“Tentu, tidak masalah. Ionos memang bukan milik Saturn, kau boleh mengambilnya kapan saja.” Kapten Skivanov berusaha menutupi rencananya. Satu ionos telah ia serahkan pada Dante, dan sesungguhnya, itu adalah kesalahan fatal.
“Awasi saja saat proses transport, kau tahu tugasmu, Kapten.”
“Baik.” Mendesah lega setelah komunikasi itu berakhir. Sekarang, tinggal bagaimana Dante menjawab kepercayaannya. Sebab jika tidak, maka ia sendiri yang akan menghakiminya!
****