BAB 31 TRAGEDI KEDUA

1669 Kata
Pukul dua. Yang jelas, langit buatan di atmosfer Saturn Gallant masih gelap, menyesuaikan keadaan di bumi. Dante terbangun, menguap berkali-kali, ingatannya menyatukan kembali kepingan peristiwa sore tadi, termasuk aroma tubuh Eyn Mayra yang selalu terekam dalam pikiran. Seharusnya ia menculik wanitanya dari kereta menggunakan teleportasi, untuk sekadar bercengkerama berdua di suatu tempat di mana tak seorang pun mengganggu mereka. Masih teringat jelas detik-detik Ramshad jatuh tak sadarkan diri. Dante dengan mudah menaklukkan kaki tangan Al Hadiid itu, tepat pada upacara penobatannya! Mengapa ia tidak bisa sedikit mengalah untuk menjaga harga diri si pengawal itu? Mungkin dengan demikian, Eyn Mayra tidak akan pergi meninggalkannya dengan tatapan sinis. Dante mengusap wajah. Ia teringat sesuatu. “Eva, tolong periksa perkembangan sistem EDOS? Aku heran mengapa perbaikannya belum rampung juga.” Program AI Eva langsung menjawab pertanyaannya, “Ada kendala. Mengubah sistem pada level tinggi membutuhkan izin perusahaan. Perusahaan pencipta EDOS keberatan jika tingkat standarnya diubah. Mungkin, Shiva akan tetap digunakan dalam jangka waktu lama.” “Itulah yang kukhawatirkan.” “Mengapa? Bukankah Shiva adalah program AI buatanmu? Hingga saat ini, ia berhasil menggantikan EDOS dan tanpa masalah.” “Berhasil dan tanpa masalah adalah dua hal berbeda. Aku ingat, Shiva merespon selang tiga detik ketika diperintah Kapten di dek, itu terlalu lama.” “Lalu, apa rencanamu?” “Sayangnya aku tidak diijinkan menembus sistem keamanan Shiva. Sejak menjadi milik Saturn, aku harus menyepakati aturan bahwa program Shiva harus aman dari segala aktivitas akses ilegal.Tanpa mengaksesnya secara langsung, mustahil kita mendeteksi apa yang sedang terjadi.” “Tidak diijinkan dan tidak bisa adalah dua hal berbeda,” ujar Eva menirukan setengah kalimat Dante tadi. “Kembalikan aku ke mode awal Roughart, program Shiva bisa kuretas dengan mudah tanpa ketahuan siapapun.” “Oh, tidak, semua harus dalam kendaliku. Walaupun aku percaya padamu, aksesmu harus tetap dalam batasan Tuan Carlo Dante sebagai majikanmu, tidak lebih! Mengembalikanmu pada sistem Roughart, sama artinya dengan mengulang tragedi tiga tahun silam.” “Memang, aku tidak akan menjadi ‘gadis’ baik-baik, tetapi semua tergantung dari caramu mengatasi jalan pikiranku. Bukankah chip pengendaliku ada pada dirimu? Berlakukan hukuman jika aku bertindak di luar kendali. Dante, kita tahu bahwa hanya itu satu-satunya cara. Sebelum semuanya terlambat!” Cukup lama berpikir, Dante pun setuju dengan usul Eva. “Oke, matikan sistem.” Di ruang kerjanya, dahi Kapten Skivanov berkerut saat seseorang mengiriminya pesan melalui secarik kertas yang diantar stafnya. Benda yang seharusnya hanya ada di bumi, itu pun langka. Membaca pesan dengan tulisan tangan yang tertera, ia mengumpat pelan, “Sial!” Sementara itu di istana Eyn Huza, Eyn Mayra tampak keheranan ketika kakaknya itu mengeluarkan sesuatu dari gudang, dibantu para pelayan. “Eyn Huza, apa ini? Apakah kau mau …?” “Maaf, aku belum bisa menjawab pertanyaanmu. Kami sedang sibuk.” “Sayang sekali, padahal aku ingin bicara.” “Tentang Dante?” Melihat wajah sedih Eyn Mayra kemudian anggukan kepalanya, akhirnya Eyn Huza bersedia menyelingi pekerjaannya. “Tolong teruskan, kita butuh mencetak banyak.” pesannya pada pelayan, lalu menarik pelan lengan Eyn Mayra, membawanya menjauh ke sebuah sudut. “Ada apa?” “A-aku … maksudku, aku dan Dante, ka-kami sudah melakukannya.” Kata ‘melakukannya’ sangat dipahami oleh Eyn Huza. Setengah tak percaya, ia menjepit dahi dengan dua jarinya. “APAA?! Kau tahu itu pelanggaran besar, Eyn Mayra! Kau sungguh-sungguh …. ” “Bu-bukan itu …. ” “Lantas apa yang akan kau lakukan, ha? Minta Dante menikahimu sekarang?” “Dengarkan aku dulu!” “Memalukan, Eyn Mayra! Itu aib yang tidak bisa hilang begitu saja. Akan kubicarakan ini dengan Eyn Rasyid. Bukannya waspada, kau malah memberi ruang baginya. Makanya, kalian harus segera menikah!” “AKU TIDAK MELAKUKAN SAMPAI SEJAUH ITU!” teriak Eyn Mayra yang merasa tersudut, hingga para pelayan menoleh ke arah mereka. Sekarang gantian dirinya yang menggandeng kakaknya, keluar dari ruangan tersebut. “Kami hanya … dia hanya menemaniku tidur. Itu saja.” “Setelah mengatakan ‘saja’, menurutmu itu adalah pembenaran? Kau lihat sendiri bagaimana Dante nekat masuk ke kereta kudamu dan rela bertarung dengan Ramshad!” Eyn Huza menggelengkan kepala. “Aku memang mendukung Dante, tapi kelakuannya semakin meresahkan. Sudah kuputuskan, kalian tidak boleh bertemu sampai dia berniat melamarmu.” Eyn Huza berbalik hendak pergi. “Dante sudah siap melamarku. Hanya saja, kurasa ini bukan waktu yang tepat.” Pria ahli pengobatan itu menghentikan langkah sementara lalu berkata, “Tentu, itu karena kau tak tahu dia sedang menghadapi apa.” Jawaban itu cukup membuat Eyn Mayra terpana. Beberapa hari kemudian, di Saturn Gallant, tepatnya di fasilitas Mercury tempat tinggal Dante yang baru, Space DJ Saturn Gallant itu telah selesai mengembalikan program Eva seperti semula, yang artinya memiliki ‘sifat’ sama seperti pada saat Roughart membuatnya. Tampilan virtual Eva berdiri di depannya, kedua ‘mata’-nya terbuka setelah Dante mengaktifkan sistemnya. “Halo, Carlo Dante. Selalu mengarsipkan program buangan?” sindir Eva, sesuai khas wataknya dengan gerakan ‘tubuh’ yang menggoda. “Sayangnya, iya.” Dante melepas kacamata khusus untuk melihat struktur detail dalam pekerjaannya, membalas tatapan Eva untuk memastikan bahwa ia-lah majikan barunya, bukan Roughart. “Ingat, sekali kau macam-macam di dalam sistem, apalagi melukai Shiva, chip ini akan kuhancurkan. Lakukan pekerjaanmu, laporkan padaku, selesai. Tidak perlu melakukan hal lain selain yang kuperintahkan padamu, mengerti?” “Tidak ada waktu bersenang-senang?” rayu Eva manja. Andai bukan Dante, pria manapun tentu dibuat gugup karenanya. “Ya, tentu, mengapa tidak? Waktumu sekarang. Bersiaplah, tampilkan layar.” Bersungut kesal tidak diperhatikan, Eva melaksanakan juga perintah Dante. “Virtual screen’s standby, I’m in.” Tanpa menunggu perintah selanjutnya, ia langsung menghilang, masuk ke dalam jaringan komputer Saturn Gallant, mencari Shiva. Dante menunggu. Berkat sistem Eva yang telah diubah kembali ke mode Roughart si alien, ia dapat menyaksikan dengan jelas, apa yang terjadi di dalam jaringan melalui layar virtual di depannya. Tidak mudah menemukan Shiva, namun berhasil juga. Sosok virtualnya terdeteksi tak jauh dari anjungan atau ruang kendali Kapten Skivanov. Melihat kedatangan Eva, Shiva tampak biasa saja. “Kelihatannya kau ‘sehat’.” sapa Eva lebih dahulu. Keduanya telah berhadapan. “Ada yang kau khawatirkan?” Seperti biasa, Shiva tak segan untuk tersenyum ramah. “Peristiwa penyerangan di dek sayap barat, adakah hubungannya denganmu? Sistem jaringan sempat kacau di sana dan Kapten bilang, musuh telah menyusup untuk menanam virus sistem. Apakah kau tahu sesuatu?” tanya Eva, sambil mengunyah permen karet virtualnya dengan gaya menyebalkan, meletupkannya tepat di depan wajah Shiva dengan sengaja. Shiva menanggapinya biasa saja. “Sudah kubereskan, virus itu bukan apa-apa.” jawabnya. “Kalau begitu, aku minta kode akses penanamnya, dengan demikian, aku tahu siapa saja para penyusup itu dan dari mana asalnya. Benarkah berasal dari Central Residence seperti dugaan Dante.” pinta Eva sedikit memaksa. “Jadi semua ini tentang Dante?” Sudah mulai terjadi kenaikan emosi, gelagat ini terbaca oleh Dante yang menerjemahkannya sebagai sesuatu yang ganjil, sebab dua program AI baik Shiva maupun Eva selalu dikembangkannya dengan tingkat emosi stabil. “Pindai sosok hologram Shiva,” perintah Dante pada Eva tanpa didengar Shiva, dan apa yang ia temukan, membuatnya sangat terkejut. “Eva, menjauh dari Shiva sekarang!” Eva malah lebih tertarik meladeni ketidaksenangan Shiva terhadapnya. “Tentu saja, siapa lagi? Aku senang membuatnya terkesan. Untuk itu, aku harus meretasmu!” “Eva, menjauh!” seru Dante lagi. Terlambat. Eva yang semula akan memengaruhi Shiva, justru tak siap tatkala ‘mata’ program AI tandingannya itu menghitam seluruhnya, melakukan kontak sehingga virus yang ada dalam dirinya berpindah ke struktur sistem Eva sehingga Eva menjadi jahat seluruhnya. Dante bergerak cepat, ia segera menghubungi Kapten Skivanov sebelum Eva benar-benar mengambil alih jaringan induk Saturn Gallant. “Capt., sudah dimulai. Padamkan listriknya.” Pemadaman listrik hanya berlaku sesaat, ketika kembali menyala, Eva sudah ada di ruang kendali dan mengancam seluruh staf di sana. Situasi itu memacu Dante segera bergerak ke Soundbuzzter Club setelah mematikan semua perangkat berbasis jaringan Saturn Gallant termasuk gelang komunikasi, dan hanya berbekal seperlunya di tas ranselnya. Motornya melaju kencang dengan setting manual, secepat mungkin menuju klub. Tiba di sana, Ray langsung tanggap. “Anak-anak sudah siap. Kau yakin butuh dua minggu pemulihan?” tanyanya, bersama Dante berjalan menuju ruang istirahat yang telah dikosongkan untuk suatu keperluan. “Itu paling cepat. Tidak mudah mengembalikan jaringan induk yang sudah diretas apalagi jika melibatkan pengkhianat di Central Residence. Dugaanku, semua sudah direncanakan. Pelakunya adalah orang yang sama yang telah menebar isu bahwa aku punya masalah kejiwaan dan dia belum tertangkap.” “Bagaimana dengan para ninja?” “Mereka hanya pesuruh, pengeksekusi. Kasusku kemarin hanyalah pengalih perhatian, tujuannya hanya satu, mengurangi kewaspadaan warga dan staf atas aktivitas terselubung mereka di Saturn Gallant, termasuk Kapten Skivanov. Untungnya, Cedric tidak bersalah, dia cuma diperalat. Aku nyaris menghajarnya waktu itu.” Pintu ruang istirahat dibuka dan Dante memandang puas isi di dalamnya. “Bagus. Maaf merepotkan kalian semua, tapi ini serius. Ingat, jangan pernah membuangnya ke tempat sampah.” pesannya, “Simpan saja sampai keadaan kembali normal.” Ia bergegas mengganti seragamnya dengan outfit khusus. “Kau yakin melakukan ini?” “Sepertinya tidak ada pilihan lain, Ray. Jika aku tidak kembali dalam dua kali dua puluh empat jam, berarti aku sudah tewas. Oh ya, saat listrik benar-benar padam, jangan ke mana-mana. Para ninja sudah menyebar dan mungkin jumlahnya cukup banyak.” Tragedi kedua, batin Ray. Pemadaman listrik adalah prosedur standar pengamanan jika jaringan induk bermasalah pada saat Saturn digerogoti oleh penyusup maupun situasi perang. Warga sipil siap dengan prosedur tersebut dengan tidak keluar dari kediamannya masing-masing. Namun, apakah mereka bisa selamat? Sepeninggal Dante, Ray segera mengerahkan anak buahnya untuk strategi selanjutnya. “Cepat! Setidaknya lima belas persen sudah dibagikan hingga Dante kembali. Staf keamanan akan membantu, tapi lakukan dengan wajar dan tidak tergesa.” Dan mereka semua bekerja keras. Sesuai dugaan Dante, tepat pukul dua belas malam, listrik pun padam. Keadaan hening tanpa suara. Saturn Gallant ibarat kapal hantu yang melayang di antariksa, dengan tenaga cadangan yang masih mampu menopangnya, untuk sementara.   ****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN