Kau Datang Kembali

1622 Kata

Empat bulan sudah Zidhiana tinggal di kota ini. Dias kini semakin jarang menghubunginya, bisa sebulan sekali atau tidak sama sekali. Bagi gadis itu menghubungi Dias terlebih dulu adalah suatu hal menjatuhkan harga dirinya. Ia tidak mau terlihat rendah menjadi seseorang yang posesif. Walaupun di lubuk hati kecilnya tersimpan rasa curiga yang besar. Di sini ia juga tidak merasa kesepian karena banyak teman dan suasana baru. Apalagi kehadiran pria tengil itu yang selalu mengisi hari-harinya dengan canda dan tawa. Terkadang ia menyikapi perilaku dan perhatian yang diberikan oleh Fajar melebihi dari seorang teman. Sore ini langit jingga menerangi suasana damai di depan kamarnya. Dia hanya menikmati me time sendirian karena Nova sedang berada di warnet. Zidhiana hanya berbaring santai sambil m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN