Perdebatan Di Dalam Rumah Sakit

1005 Kata
Seseorang mencegahnya. Aku tidak tahu siapa. Dia mungkin adalah Ayah dari anak yang sudah terkena kejang itu. Dia tidak mau anaknya dioperasi. Dia mau anaknya melakukan pengobatan tradisional. Jika aku lihat dia sangat kaya karena dia membawa beberapa pengawal. Ini benar-benar tidak bisa terjadi. Dia sudah akan membuat keributan di sini dan aku tidak ingin hal itu. Mira menghampirinya. Dia juga tidak mau melihat keributan di sini. Dengan berkacak pinggang dia berada tepat di hadapannya. "Pak jangan membuat keributan di sini. Itu anak Anda. Yah, Anda berhak membawanya keluar dari sini atau Anda membiarkan saya untuk mengobatinya. Pak, anak Anda sakit jadi Anda ada tidak perlu seperti ini." "Aku tidak ingin mengobatinya di sini karena aku tidak percaya dengan seorang dokter. Mereka semua adalah pembohong. Mereka tidak akan pernah bisa menyembuhkan penyakit. Sekarang aku ingin membawa anak itu dan membuat dia sembuh di tempat lain." Tidak aku sangka ternyata pikiranku memang benar. Dia ingin mengambil anaknya sendiri padahal anak itu memiliki penyakit yang cukup parah dan aku harus mengoperasinya sekarang juga. Aku akan menjaga dia agar tidak membawa anak itu pergi dan aku tidak akan membiarkannya. Aku berjalan mendekatinya lalu menarik lengannya dan menggelengkan kepala. Beberapa pengawal menghadangku seperti itu. Aku tidak takut dengan mereka. Aku sudah pernah bertarung dengan orang yang lebih tinggi bahkan lebih garang dari mereka. Namun, aku juga tidak mungkin berduel dengan mereka di sini akan, karena sangat mengganggu pasien lain. Anak Anda mengalami penyumbatan di dalam usus. Kami harus mengoperasinya dengan segera. Anda tidak boleh seperti itu. Biarkan kami melakukannya. Aku yang akan membayar biaya semua perawatan itu. Aku akan memberikan gratis. Aku yang akan mengoperasinya sendiri. Jadi kau tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk anakmu. Saya harap kau bisa memikirkan keinginanmu itu. Dia menatapku dengan tajam. Dia tidak percaya aku tidak bisa berbicara. Kenapa seorang yang bisu bisa menjadi seorang dokter dan pastinya itu yang sekarang berada di pikirannya. Aku sangat paham dia pasti memiliki pikiran seperti itu. lelaki itu menggelengkan kepala lalu berjalan ke depan tepat berada di hadapanku. Aku masih terdiam mengamatinya. Aku harap dia mau merubah pikirannya. "Jadi kau tidak bisa berbicara. Bagaimana kau bisa menjadi seorang dokter? Hah, aku mengenal seorang dokter yang sangat hebat dan dia berbicara sangat jelas. Bahkan dia bisa menciptakan beberapa obat, namun dia sudah membuat istriku kehilangan nyawa dan aku kali ini tidak akan pernah membiarkan dokter membuat aku kehilangan nyawa anakku. Hah, mereka memiliki penyakit yang sama. Aku sangat membenci dokter dan kau jangan pernah menghalangiku. Kau ini tidak bisa berbicara. Kau jelas-jelas bukan seorang dokter yang baik." Sudah kuduga dia akan berbicara seperti itu. Dia pasti akan mengatakan jika aku ini dokter yang tidak pantas di sini karena tidak bisa berbicara dengan baik. Namun dia ternyata memiliki sebuah trauma yang cukup rumit. Kehilangan seorang istri dengan penyakit yang sama yang diderita oleh anaknya. Pasti saat itu sang dokter tidak bisa mengoperasinya dengan sangat baik. Entahlah kau mengetahui apa yang aku katakan atau tidak. Tapi aku berbeda kami di sini bekerja dengan sungguh-sungguh. Kau harus percaya karena penyakit anakmu itu tidak bisa disembuhkan oleh sembarang obat. Dia harus segera mengikuti operasi. "Aku tidak akan pernah mempercayai dokter siapapun. Aku hanya ingin anakku sembuh dan aku tidak akan pernah membuat dia dioperasi ataupun diobati oleh kalian yang sangat pembohong itu. Istriku mengalami penyakit yang sama dan aku selalu mengikuti Instruksi apa yang sudah diberikan oleh dokter itu. Namun, apa yang aku dapat, istriku malah meninggal dan aku kehilangan satu-satunya orang yang sangat aku cintai. Anakku pun mengalami hal yang sama. Dia benar-benar terpukul dengan ibunya yang saat itu meninggal dalam sekejap setelah mendapatkan penanganan operasi dari seorang dokter yang sangat kurang ajar itu. Untung saja sekarang aku membuat dia dipenjara." Dengarkan aku. Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Izinkan aku dan berikan aku kesempatan untuk mengobati anak Anda. Aku mohon berikanlah aku waktu untuk menanganinya. Lihatlah. Anakmu sangat kesakitan. Dia membutuhkan bantuan dengan cepat. Aku tidak ingin ada hal apa pun yang sangat buruk terjadi kepadanya. Jangan pernah membawa masa lalu ke dalam masalah ini. Penyakit yang sama bisa disembuhkan untuk kedua kalinya. Aku mohon biarkan aku menanganinya. Percayalah kepadaku dan aku bisa. Jangan pernah membuat keributan di sini karena ini benar-benar akan mengganggu pasien yang lain. "Kau dokter yang bisu yang tidak akan pernah bisa menyembuhkan siapapun. Hah, untuk apa kau menjadi dokter? Kau tidak bisa berbicara dan sekarang menawariku untuk menyembuhkan anakku? Apakah kau akan membuatnya meninggal lagi? Kau tidak akan pernah aku biarkan membuat aku kehilangan nyawanya. Sekarang aku mau anakku. Hei, di mana dia, dan aku akan mengambilnya. Kau tidak berhak mencegahku. Aku mau mendapatkan anak itu dan mengambilnya kembali. Jadi kalian semua jangan mencegah aku karena aku tidak akan pernah membiarkannya. Kalian benar-benar membuatku sangat marah. Jika kalian tidak membiarkan aku melakukannya maka aku benar-benar akan membuat keributan di sini dan kalian tidak akan pernah mencegah hal itu." Aku tidak akan pernah membiarkan ini terjadi tidak. Aku segera menghadang para pengawal yang akan masuk ke dalam. Mereka tidak bisa masuk karena aku berada di hadapan mereka dan tubuh kami sama besar. Aku tidak takut kepada mereka dan aku tidak akan pernah membuat mereka membawa anak itu yang kini sudah berada di dalam dan ditangani suster untuk bersiap-siap melakukan operasi. Mereka tidak bisa masuk ke dalam dan semakin marah. Apalagi Ayah anak itu yang melotot tajam menatapku. Aku tidak peduli. Yang jelas aku tidak akan pernah membiarkan dia membawa anak itu. Dia pasti akan kehilangan anaknya kembali jika melakukannya. "Apa-apaan ini? Kenapa kalian membuat keributan di sini? Kalian tidak boleh seperti ini, karena banyak sekali pasien yang terganggu dengan teriakan kalian. Midas. Jelaskan apa yang terjadi? Kenapa dengan mereka? " Ana tiba-tiba datang dan menghadang mereka semua. Dia melotot mengamati kami secara bergantian. Sepertinya dia mengira aku yang menyebabkan keributan di sini. Aku menggelengkan kepala dan menghadangnya untuk tidak berada di depan para pengawal yang bertubuh besar itu. Ana, mereka tidak mau mengoperasi anak itu. Padahal anak itu membutuhkan operasi dengan cepat agar tidak kehilangan nyawanya. Kau jangan berburuk sangka. Aku akan mencegah mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN