Berhasil Menyembuhkan

1100 Kata
"Tapi Midas. Dia tidak ingin kita memeriksanya. Dia tidak mau kita mengambil anak itu. Lihatlah anak itu, sudah sangat parah. Kenapa dia melakukan itu? Hei, tidak sepatutnya dia malah membuat anaknya sengsara." "Dia adalah anak aku dan kalian tidak bisa mencegah aku. Sekarang cepat bahwa anak itu pergi dari sini karena aku tidak ingin mereka memeriksanya. Kau jangan pernah mencegahku karena kalian tidak berhak melakukannya." Orang itu masih sangat ngotot namun aku tidak akan pernah membiarkannya. Aku mencegah dan akan menghadapi beberapa pengawal yang berada di hadapanku. Mereka sangat marah. Bahkan mereka akan memukulku. Aku menampis tangan mereka dengan cepat. Aku tidak akan pernah membiarkan. Sementara anak itu menangis melihat perdebatan yang ada di hadapannya. Dia bisa melihat kami lewat jendela. Lihatlah anakmu menangis seperti itu. Apakah kau masih tega membiarkannya? Jangan pernah membiarkan hal itu terjadi. Aku sangat kasihan kepadanya. Aku mohon. Izinkan aku mengoperasinya sekali saja. Jika aku gagal. Kau boleh menghukum aku, memasukkan aku ke dalam penjara, atau kok boleh menghabisiku. Terserah kau mau melakukan apa saja. Yang terpenting biarkan aku menangani anakmu. Izinkan aku melakukan itu. "Kau benar-benar Ayah yang tidak tahu diri. Lihatlah, aku akan melaporkan kamu ke pihak berwajib dan melaporkan kau sudah menyiksa anakmu seperti itu. Dan, jika terjadi apa-apa dengan anakmu. Aku benar-benar akan melakukan hal itu dan kau tidak akan pernah bisa lari." Ana semakin marah. Dia meninggalkan keributan yang terjadi dan masuk lagi ke dalam kamar anak itu untuk mempersiapkan semuanya. Sementara Mira tetap bersama di sebelahku untuk menghadang mereka. Kini kita bekerjasama dengan sangat baik. Aku tidak ingin orang itu tetap membawa anaknya. "Aku akan membantumu di sini Midas untuk menghalangi dia agar tidak membawa anaknya. Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi," ucap Mira sambil berkacak pinggang di sebelahku. Sementara lelaki itu semakin geram. Pikirkanlah. Bagaimana jika kau kehilangan anakmu kembali? Apa yang akan kau lakukan? Aku mohon, jangan pernah melakukan itu. Aku adalah seorang dokter spesialis bedah dan aku sangat singkat melakukan kuliah itu. Aku memang tidak bisa berbicara. Tapi aku memiliki sesuatu yang bisa membuat aku menjadi seorang dokter. Yah, kelemahan bukan akhir dari segalanya dan kau jangan berputus asa. Mungkin ada sesuatu yang dialami oleh istrimu hingga dia tidak bisa selamat. Aku mohon biarkan aku menanganinya. Kali ini saja. Operasi itu akan sangat cepat dan aku bisa melakukannya dalam sekejap. Kau bisa menungguku  di sini. "Bagaimana jika kau tidak bisa dan gagal. Apakah kau bisa mengembalikan nyawa anakku. Apakah kau bisa membuat dia hidup kembali? Yah, dokter itu juga mengatakan hal yang sama seperti itu kepadaku. Tapi dia tetap saja tidak bisa menyembuhkan istriku dan aku sudah kehilangannya. Apakah kau akan melakukan hal yang sama? Karena aku tidak ingin kehilangan anakku. Dia satu-satunya orang yang aku miliki sekarang. Dan kenapa dia memiliki penyakit yang sama dengan istriku?" Aku mendekatinya dan menatapnya dengan sangat serius. Aku akan membuat dia berubah pikiran saat ini juga. Karena waktu semakin sangat sedikit dan tidak mungkin aku membiarkan anak itu di bawanya. Bahkan dia dapat meninggal dalam perjalanan menuju ke rumahnya. Aku akan menjanjikan sebuah nyawaku kepadamu. Aku akan menyembuhkan anak itu dan kau tenang saja. Sebaiknya kau menungguku berada di ruangan itu bersama semua pengawalmu. Aku akan segera mengoperasinya. Ketiga dokter ini adalah lulusan terbaik yang berada di Universitas ternama di kota. Kau jangan kawatir. Kami akan menanganinya dan aku akan menjawab semua pertanyaan yang bisa aku jawab. Aku akan memeriksanya dan mencari tahu kenapa dia bisa mengidap penyakit yang sama dengan istrimu. Aku berjanji akan melakukannya. Lelaki itu menundukkan kepala. Dia menatapku sejenak dengan sangat serius. Beberapa pengawalnya masih bersiap untuk menyerang kami. Namun, dia mengarahkan tangannya tinggi dan menggelengkan kepala. Aku sangat senang dia akhirnya berubah pikiran dan tidak mengambil anaknya kembali. Aku sangat senang dia akhirnya percaya kepada diriku dan ini adalah tugas yang sangat berat yang harus aku lakukan. "Baiklah, aku akan memberikan kesempatan. Kau sebaiknya melakukan apa yang sudah menjadikan janjimu itu. Kau jangan pernah melanggar atau membuat anak aku kehilangan nyawa. Karena jika itu terjadi, kau harus mengundurkan diri sebagai dokter dan masuk ke dalam penjara. Aku tidak akan pernah membuatmu lolos. Apakah kau mengerti?" Aku berjanji akan memegang janji itu dan aku mengerti dengan apa yang kau katakan barusan. Aku tidak akan pernah lari dan aku akan memenuhi semua perkataan itu. "Hei, dia sudah berjanji kepadamu. Kau jangan terus menghakiminya dan mengajak kami berbicara. Persiapan operasi cukuplah lama. Sebaiknya kau menunggu di sana dan diam saja jangan membuat keributan. Karena kita akan berkonsentrasi dan menyembuhkan anakmu satu-satunya itu." Mira sangat kesal. Dia akhirnya menarikku dan mengajakku untuk bersiap menuju ruangan operasi. Sementara orang itu duduk dan mengamati kami dengan tatapan tajam. Dia memberikan sebuah tawaran yang sangat mengerikan. Ini adalah beban berat buatku. Namun aku harus melakukannya demi keselamatan anak itu. Aku segera cuci tanganku dengan cairan khusus, kemudian aku mengganti pakaianku. Begitu juga dengan Mira dan Ana. Mereka melakukan hal yang sama. Lalu kami masuk ke dalam ruangan operasi. Aku akan memberikan suntikan bius kepada anak itu. Namun, Mira mencegahnya. Dia yang akan melakukannya. Mira sudah menyuntikkan obat bius pada anak itu. Dalam sekejap anak itu terlelap. Mungkin dia saat ini bermimpi bertemu dengan ibunya. Bahkan dia tersenyum. Aku sangat bahagia melihatnya. Dan, sekarang kami bertiga saling memandang siapa yang akan melakukan operasi. Tentu saja aku yang harus akan melakukannya karena ini adalah janji yang sudah aku ucapkan kepada lelaki itu. Mira. Tolong ambilkan alat itu karena aku membutuhkannya. Dan Ana, sterilkan alat itu karena aku membutuhkannya sekali sekarang juga. Aku akan membelahnya dan memeriksa apa yang sebenarnya terjadi. Mira dan Ana mengangguk kepala. Mereka melakukan apa yang aku katakan. Aku terus memeriksa semuanya. Aku membelahnya dan melihat, ternyata dia mengalami penyumbatan usus yang cukup parah. Aku melakukan tugasku sesuai dengan apa yang sudah aku pelajari selama ini. Aku tidak akan pernah menggagalkan ilmu yang sudah aku dapat. Kami bertiga cukup tegang saat memeriksa dan mengoperasi anak itu. Terutama diriku. Ini adalah operasi yang pertama buatku. Namun aku merasa lega. Operasi sudah terselesaikan dengan baik. Aku menjahitnya secara perlahan dengan ukuran, dan cara yang telah aku pelajari selama ini. Dia pasti akan sembuh. Aku berhasil melakukannya. Anak ini akan sembuh. Aku segera menyelesaikan semuanya hingga tuntas. Lalu aku mengganti pakaianku dan keluar untuk mengabari apa yang sudah aku lakukan. Orang itu masih duduk dengan cemas. Menunggu kabar dariku. Aku segera menghampirinya dan menganggukkan kepala. Dia berdiri dan tersenyum ke arahku. Dia segera berjalan cepat menuju ke kamar itu untuk melihat anaknya. Namun kami menghalanginya karena dia belum bisa melihat anak itu sebelum semuanya benar-benar steril dan selesai. "Apakah kau bisa melakukannya? Aku tidak percaya!" Aku sudah menyembuhkannya. Dia baik-baik saja.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN