Aku mulai berjalan mendekati pohon itu dengan mengendap-endap. Ku amati kanan kiri, memastikan keadaan aman dan tidak ada siapapun juga.
Sepertinya aman. Aku sebaiknya segera menaikinya dan melompat. Wow ... sangat tinggi. Semoga saja aku tidak terjatuh.
Aku mulai menaiki perlahan. Sebenarnya aku sangat takut dengan ketinggian. Namun, sepertinya aku harus memutuskan ketakutan itu. Ini adalah satu-satunya rencana yang harus aku lakukan untuk membuat lelaki itu putus dengan Amelia.
Perlahan aku masih berusaha menaikinya. Hingga aku sampai di atas pagar. Untung saja tidak ada kawat berduri di sini, jadi aku bisa dengan mudah melompat ke bawah. Tapi ... itu sangat tinggi. Tidak ada dahan yang menjulur ke sana. Bagaimana caraku untuk turun ke bawah?
"Midas, hati-hati! Jangan sampai terjatuh. Midas, kalau kau terjatuh, tulangmu bisa patah. Luhatlah, pagar ini sangat tinggi. Bagaimana caramu turun ke bawah?"
Kenapa Rey berada di sini? Bukankah dia seharusnya ada di dalam mobil? Gawat kalau dia berteriak seperti itu. Hah, tentu saja kita pasti akan ketahuan. Sementara mobil itu belum benar-benar pergi dari sana.
Jangan berada di situ, Rey. Kau sebaiknya kembali ke mobil dan tunggu dengan Putri di sana. Rey, jika ada seseorang yang melihatmu, aku sangat bahaya. Bisa ketahuan.
Baiklah, Midas. Aku akan pergi. Cepatlah. Aku tidak mau kau terlalu lama di dalam. Lihatlah, mobil itu sudah keluar. Kau bisa melakukannya dengan cepat," ucap Rey kemudian segera meninggalkanku dan masuk ke dalam mobil kembali dengan cepat.
Aku melihat mobil itu sudah melesat keluar. Ini adalah kesempatan yang bisa kugunakan untuk mencari sesuatu di dalam. Aku harus berhasil melakukannya. Tapi ... satu hal yang harus aku pikirkan. Bagaimana cara aku menuruni pagar yang sangat tinggi ini? Astaga, jika aku melompat, tentu saja kakiku akan patah.
Aku mengedarkan terus kedua mataku. Mengamati semua arah, hingga aku melihat ujung pohon itu yang bisa aku gunakan untuk turun ke bawah. Baiklah, sebaiknya aku mencobanya. Ini benar-benar sangat buruk. Yang pasti, nyawa aku akan sangat terancam. Paling tidak aku harus melakukannya. Mulailah perlahan aku meraih dahan itu. Sekuat tenaga aku memeganginya, lalu melompat dengan cepat. Tubuhku bergulir di tanah. Spontan aku merentangkan tubuh seketika itu juga. Aduh, rasanya tulangku memang sudah sangat patah. Untung saja aku masih bisa berdiri dan berjalan dengan sempurna.
Baiklah, aku akan dapat melakukannya dan tidak mengulur waktu
Aku segera masuk melalui pintu belakang yang tidak terkunci. Kakiku terus melangkah cepat menaiki tangga dan memeriksa semua kamar. Ku buka satu persatu pintu kamar. Hingga aku melihat sebuah kamar yang memang bernuansa pink, dan pasti wanita itu yang memilikinya.
Ini pasti miliknya. Aku akan masuk.
Kembali lagi aku amati semua arah. Kedua mataku melotot seketika saat aku melihat kotak perhiasan yang berada di atas kaca rias.
Yes, ini memang adalah keberuntunganku. Rencana yang aku pikirkan terlaksana dengan baik. Wah sesuatu yang aku butuhkan. Dua pasang anting berlian, berada di kotak ini. Aku akan mengambilnya.
Tanpa berpikir apapun lagi, aku mengambilnya.
Lemari itu. Pasti menyimpan pakaian dalamnya.
Bergegas aku membuka lemari dan mengambil salah satu pakaian dalam wanita itu. Dengan cepat aku segera menatanya kembali, agar mereka tidak mencurigai seseorang sudah masuk ke dalam sini.
Baiklah semua sudah aku dapatkan aku akan keluar dengan cepat.
Tidak aku sangka suara mobil kembali terdengar. Apa yang harus aku lakukan? Ini sangat gawat. Sebaiknya aku segera berlari ke halaman belakang dan keluar dengan secepatnya.
Namun aku terlambat. Ternyata mereka lebih cepat dari ku. Sedangkan aku, masih terjebak di dalam dan aku belum sempat menuruni tangga. Mereka kini bertiga sudah duduk di ruang tamu. Aku sebaiknya melompat melalui jendela saja.
"Seseorang sedang menaiki tangga. Mereka pasti akan ke dalam kamar kita. Lihatlah ada bekas lumpur di sini berbentuk kaki. Kenapa kau tidak menutup pintu belakang?"
Gawat keadaan semakin tidak karuan. Aku mendengar seseorang berteriak dan menemukan jejak kakiku di sana. Ini pertanda yang sangat tidak baik. Bagaimana aku bisa bersembunyi? Sementara, suara kaki dengan cepat terdengar keras. Semakin menuju ke arahku. Gawat, aku harus cepat melakukan pelarian. Jika tidak, aku akan tertangkap, dan rencana aku akan gagal.
"Pasti ada pencuri di sini. Lihatlah, jejak kakinya terlihat dengan jelas. Apa yang mereka curi dan ini sangat menyebalkan! Kenapa kau tidak mengunci rumahmu? Hah, kita hanya pergi sebentar saja pencuri sudah bisa masuk ke sini. Aku sudah mengatakan kepadamu sebelumnya untuk memberikan alarm. Ternyata, kau tidak segera melakukannya."
Salah satu dari wanita itu sangat marah. Bahkan dia membuat pasangannya menunduk seketika, lalu menangis.
"Aku tidak sengaja melakukannya. Tolong kau jangan marah. Sekarang, yang terpenting kita aman dan tidak mengalami sesuatu. Lihatlah, tidak ada yang dicuri. Semua masih aman."
Jawaban wanita itu yang membuat wanita satunya seketika memeluk wanita yang berada di hadapannya. Sementara kekasih Amelia hanya diam, lalu menggelengkan kepala dan kembali duduk di kursi sofa sambil merebahkan tubuhnya.
Sambil mengatur napas, aku masih berdiam diri di belakang tirai ini. Aku harus memikirkan cara agar cepat keluar dari sini. Pasti Rey di depan sana sudah sangat mengkhawatirkan aku, saat melihat mobil itu dengan cepat kembali ke sini.
"Baiklah kau ku maafkan. Lain kali, jangan kau lakukan hal ini lagi. Apa jangan-jangan, pacarmu yang lain masuk dalam sini tanpa sepengetahuanku. Apa kau selingkuh," tuduh wanita itu membuat wanita yang menatapnya semakin menangis dan menamparnya dengan sangat keras.
Plak!
"Kau sudah tahu aku tidak punya kekasih lain selain dirimu. Kenapa kau menatapku seperti itu? Jangan kurang ajar padaku. Jika kau menuduhku lagi, aku akan benar-benar sangat marah!" balas wanita yang semula menangis kini berubah sekejap menjadi sangat geram, membuat wanita yang menamparnya itu kini terdiam.
Yang paling membuatku tidak percaya, mereka berpelukan kembali dan melakukan suatu hal yang sangat menjijikkan di hadapanku. Aku sama sekali tidak tahan melihatnya, apalagi mereka berciuman dengan sangat dalam. Ini memang benar-benar sangat di luar dugaanku.
Krekk!
Gawat, aku menginjak tirai ini dan menimbulkan suara keras. Jantungku berdetak tidak karuan. Mereka menghentikan ciuman itu dan mengarahkan pandangan ke tirai ini. Apa yang harus aku lakukan jika tertangkap? Ini tidak baik.
"Aku mendengar suara di sana. Di balik tirai itu. Apa kau mendengarnya?" ucap wanita itu dan menggandeng kekasih wanitanya.
Mereka berjalan semakin dekat ke arahku. Gawat! Tidak mungkin! Mereka semakin dekat. Aku harus bagaimana?