Bertemu Teman Lama Kakek

1525 Kata
Pasien itu mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan. Aku tidak menyangka saat mendengarnya. Dia mengusir semua orang yang berada di dalam. Bahkan Rio pun yang ternyata tiba-tiba datang dan menundukkan kepala, ikut terusir keluar. Tapi, dia tidak segera keluar. Malah mendekati sang pasien. "Tuan, saya adalah pemilik dari rumah sakit ini. Mungkin Anda membutuhkan sesuatu. Saya akan mencukupi semuanya. Sekarang, apa yang Anda rasakan? Saya akan segera memeriksa dan memberikan pelayanan yang sangat luar biasa," ucap Rio tersenyum ramah kepada pasien itu. Dia memeriksa selang infus dan sedikit menekannya lalu menarik berkas yang berada di genggaman suster. Dengan cepat dia membaca semua berkas itu. "Kau pemilik dari rumah sakit ini? Tapi kenapa orang lain yang mengoperasi aku? Kemarin aku sempat mendengar kalian berdebat karena aku tidak memiliki izin untuk masuk ke rumah sakit ini." Perkataan pasien itu yang seketika membuat Rio terdiam. Dia kembali menutup berkas itu dan memberikan kepada suster yang seketika menundukkan kepalanya. Aku masih terdiam tidak melakukan apa pun, karena ini situasi yang sangat mengejutkan. Rio kembali mendekati pasien itu dan mengamatinya. "Kami memiliki dokter yang cukup banyak di sini. Salah satunya adalah dokter yang sudah mengoperasi Anda, Tuan. Untuk masalah izin, kami sudah memberikan dan akhirnya Anda sudah melakukan operasi. Saya sangat bersyukur kini kondisi Anda sangat baik-baik saja." Tiba-tiba pasien itu tertawa dengan keras. Kami yang berada di dalam ruangan, terdiam tidak mengerti dengan perbuatannya. Namun, aku sangat mengetahui gelagat Rio. Dia mendekati pasien itu karena sepertinya orang sangat penting. Seakan-akan dia yang memerintahkan semua operasi yang sudah aku lakukan. Dia membuat seolah-olah perbuatanku di dalam kendalinya. Aku tidak akan pernah mempermasalahkan hal itu. Biarkan saja dia berlaku sesuka hatinya. Yang terpenting aku bisa dengan cepat menyelesaikan pengobatan ini. Aku sangat bersyukur, kini pasien itu kondisinya sangat baik. "Jadi kau adalah dokter yang sudah sangat hebat? Lalu ... memiliki anak buah yang sangat hebat juga? Aku sangat salut melihatnya. Tapi, ternyata aku ditangani oleh dokter yang sangat luar biasa. Dia tidak bisa berbicara, namun bisa menyembuhkan penyakitku yang sudah aku derita selama bertahun-tahun. Apa kau tidak ingat aku pernah berobat di sini namun kau menolakku karena aku hanya menggunakan sepeda motor tidak menggunakan mobil? Sudahlah, sekarang kalian semua keluar. Aku hanya ingin berdua saja dengan dokter yang menangani aku." Pasien itu melambaikan tangan ke arah para pria yang memakai jas hitam dan bertubuh garang. Mereka pasti adalah para pengawal yang sudah bekerja dengannya. Dengan cepat pengawal itu menundukkan kepala. Pasien itu membisikkan sesuatu kepadanya yang membuat dia akhirnya menarik semua orang yang berada di dalam kecuali diriku. "Midas Aku akan pergi ke ruangan istirahat. Aku ada di sana. Sebaiknya kau berbicara berdua saja dengannya karena dia menginginkan hal itu," ucap Ana lalu tersenyum dan meninggalkanku. Roy melewatiku dengan tatapan tajam. Dia semakin melotot tidak percaya. Kini dia dipermalukan tepat di hadapanku. Aku yakin lelaki yang sudah aku sembuhkan itu sangat paham. Ketika kita berdebat untuk masuk ke dalam ruangan unit gawat darurat, saat itu dia sedikit tersadar. Dia pasti mendengar semua yang dikatakan Rio. "Kemarilah anak muda. Aku ingin lebih mengenalmu. Aku tahu kau pasti cucu dari Leonidas. Dia adalah temanku saat berumur sepertimu. Dia menjadi kepala dokter desa. Kami berteman sejak saat itu. Namun aku lama tidak menemuinya. Ternyata aku mendengar dia sudah tidak ada. Aku sangat terpukul saat itu. Tapi, apa boleh buat. Takdir tidak akan ada yang bisa merubah. Sekarang aku sangat senang bertemu dengan dirimu." Aku semakin tidak mengerti. Kenapa dia mengenalku? Dan ... kenapa dia tahu aku adalah cucu dari kakekku? Padahal kita sama sekali tidak pernah bertemu. Ini benar-benar sangat membuatku terkejut. Aku tidak akan pernah menanyakannya. Dia pasti mengetahui diriku dari seseorang dan jika aku tidak mengetahuinya, itu bukan masalah. Aku hanya melakukan tugasku sebagai seorang dokter, Tuan. Anda datang dengan memiliki penyakit seperti itu, aku harus membantu. Jadi Anda tidak perlu berlebihan seperti ini. Ini adalah tugasku. "Hahaha. Persis sekali dengan kakekmu dan juga ayahmu aku sangat mengenal mereka. Aku mengetahui saat membaca namamu. Saat itu ayahmu masih sangat muda. Dia mengatakan kepadaku jika aku akan memiliki seorang anak bernama Midas. Awalnya aku ragu jika kau adalah cucu dari Leonidas. Tapi, ketika kau menyembuhkanku, aku yakin kau pasti adalah cucunya. Karena kau sama hebatnya dengannya." Dia terus saja memujiku. Aku tidak ingin dia melakukan itu. Ini adalah tugasku sebagai seorang dokter menyembuhkan semua penyakit yang pasien derita. Aku tidak akan pernah besar kepala dan aku tidak ingin dia tidak melakukan hal itu. Tuan, saya akan memeriksa semua pasien. Keadaan Tuan sudah baik. Jika membutuhkan sesuatu, saya akan segera ke sini dan memeriksanya. Sebelum saya pergi, apakah ada keluhan yang Anda rasakan? Lelaki itu terkekeh. Dia melambaikan tangannya. Aku semakin mendekatinya. Dia menunjukkan kepalanya di bagian kanan..Aku segera menyentuhnya dan memeriksanya kembali. "Aku merasakan sakit kepala. Tapi, entahlah ini apa. Hmm, apa mungkin ini efek dari operasi yang sudah kau lakukan?" Aku masih saja meraba setiap sudut tengkorak yang berada di kepala itu. Aku tidak merasakan benjolan atau apa pun yang mengidentifikasikan jika dia memiliki penyakit di sana. Anda mungkin merasakan sakit itu karena terkena efek obat. Saya tidak menyentuh apa pun di sana yang mencurigakan. Namun jika Anda merasakan sakit itu sepanjang hari, saya akan melakukan pemeriksaan semakin dalam. "Semua yang kau katakan sangat persis dengan kakekmu. Bahkan kau lebih hebat dari ayahmu. Ayahmu itu sangat pemalu. Dia mendekati ibumu saja dia tidak berani dan meminta saran aku. Yah, aku adalah juragan di desa itu. Semua yang berhubungan dengan penduduk, aku selalu tahu. Saat itu aku mengantar istriku untuk berobat di sana dan aku mulai mengenal dengan keluargamu." Kini aku mengerti apa yang dikatakannya dan aku sangat bersyukur. Ternyata Ayah dan Kakek memiliki teman yang sangat baik. Saya berterima kasih Anda masih mengingat keluarga saya. Satu jam lagi saya akan ke sini untuk memeriksa kembali kondisi Anda, Tuan. Sekarang saya harus pergi. Anda harus banyak istirahat dan jangan memikirkan apa pun. "Baiklah lakukan tugasmu. Satu peringatan dariku. Hati-hati dengan dokter yang sudah sangat sombong itu. Dia sangat menyebalkan." Aku tersenyum, lalu menganggukkan kepala.Aku merapikan selimut dan memeriksa kembali semua selang infus dan obat yang sudah disiapkan untuknya. Aku mendekati wanita yang sudah menjaganya yang masih berada di dalam. Aku mengarahkan semua catatan yang sudah aku berikan kepadanya. Dia harus memberikan obat dan memeriksa pasien itu sesuai jam yang sudah aku tuliskan. Setelah dia paham dengan semua, aku segera keluar dari ruangan itu. Namun, tidak aku sangka ternyata Rio berada di depan pintu bersama Roy dan saling berdebat. "Rio, kamu jangan merasa menjadi pemilik rumah sakit ini, lalu bisa bertindak seenak dirimu. Kakak tidak akan pernah membiarkannya. Kau tahu sendiri kan, kakak sangat membenci dengan kalian yang selalu saja menginginkan kekuasaan yang sangat lebih!" teriak Roy keras. "Jangan pernah melarangku untuk melakukan suatu hal yang ingin aku lakukan. Kakak kerjakan saja apa yang ingin kau lakukan dan berdoalah. Semoga Ayah tidak menghilangkan namamu dari warisan keluarga karena kau sangat menyebalkan. Kau selalu saja membuat dia marah. Kapan kau akan berubah? Kau tidak memiliki apa pun. Bahkan kau tidak memiliki keahlian yang bisa kau tonjolkan. Kau lelaki yang sangat bodoh dan tidak tahu diri!" "Jaga ucapanmu. Aku bisa saja menghajarmu di sini dan membuat kau terluka. Namun, karena kau adikku, aku akan menahannya. Kau mengambil kekuasaan dan kekayaan orang lain. Apakah itu sesuatu yang sangat membanggakan dirimu? Katakan kepadaku!" balas Roy dengan sangat lantang. Namun Rio tidak mau mengalah. Dia mendekati kakaknya dan semakin menatapnya tajam. "Paling tidak aku selalu menurut dengan kedua orang tua kita. Mereka menyayangiku dan selalu memujiku. Aku selalu saja memperlihatkan prestasiku dan memberikan mereka kepuasan. Tidak sama seperti dirimu yang selalu saja bermain wanita dan berfoya-foya. Apakah itu namanya lelaki yang benar-benar sejati? Sekarang katakan kepadaku. Apa yang kau miliki untuk membanggakan dirimu sendiri? Hei, kau tidak mempunyai apa pun selain dirimu sendiri yang sangat menyebalkan itu!" Roy akan melayangkan tangannya ke wajah Rio. Dengan sigap aku menahannya. Aku menggelengkan kepala agar dia tidak melakukannya. "Midas, ini adalah urusan pribadi. Kau tidak boleh mencegahnya. Aku tidak akan pernah memaafkan Adik kandungku ini yang sangat kurang ajar. Dia benar-benar membuatku sangat marah!" Aku menariknya dan membawanya pergi dari hadapan Rio. Aku tidak mau terjadi keributan di dalam rumah sakit ini. Aku membawamya menuju ke taman rumah sakit dan menjauh dari kerumunan orang yang sudah memandang mereka. "Seharusnya kau tidak memisahkan aku, Midas. Kau dengar sendiri. Dia adalah adik yang sangat kurang ajar. Dia memanggilku dengan sangat kejam seperti itu. Aku sama sekali tidak ingin ikut andil dalam semua rencana mereka, karena aku menganggap itu tidak baik. Akan sangat buruk mempengaruhi kehidupanku di masa depan." Aku kembali menariknya untuk duduk di kursi taman, lalu aku menepuk-nepuk pundak sebelah kiri agar dia bisa meredakan emosinya. Dia adalah saudaramu. Bagaimanapun juga kau tidak boleh membencinya. Biarkan saja dia seperti itu. Kau sebaiknya mencari pekerjaan dan berlatih mandiri. Jangan menggunakan kekayaan orang tuamu. "Saran yang sangat luar biasa. Yah, aku akan melakukannya. Tapi, apakah kau tidak mempunyai rencana untuk membalas mereka?" Tentu saja aku memiliki rencana. Aku akan menjadi dokter terbaik di rumah sakit ini dan membuat semua masyarakat memilihku. Aku akan membongkar semua perbuatan Paman dan adikmu Rio. Aku akan mengalahkan mereka secepatnya. Dan, hari ini aku sudah berhasil melakukannya. Aku akan terus melakukannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN