Aku berhasil menumbangkan Bram dan wanita petarung itu. Mereka kini terletak di tanah sambil menahan rasa sakit. Dengan cepat aku menarik Roy, untuk kembali menuju ke dalam mobil.
"Midas, kau memang benar-benar seperti Hercules saat marah. Hah! Siapa pun tidak akan pernah bisa mengalahkanmu," ucap Roy sambil mengikutiku masuk ke dalam mobil. Dia segera menyalakan mesin mobil dan melesatkannya.
Roy aku akan membuat sisa petarung itu tumbang. Mereka tidak akan pernah datang ke pertarungan. Sepertinya itu adalah ide yang sangat bagus. Jadi aku ke sana minta maaf tanpa harus bertarung.
Roy tetap mengendarai mobil itu dan sedikit melihatku. Dia belum menjawab apa pun yang aku katakan. Sebaiknya dia memang menyetujui apa yang aku sarankan barusan ini.
Tidak perlu mencari kelemahan mereka. Aku tumbangkan satu persatu dan masalah pasti sudah beres. Kenapa kau diam saja tidak menjawabnya? Apakah kau tidak menyetujuinya, Roy?
Roy hanya menggelengkan kepala. Dia semakin menambahkan kecepatan mobilnya. Aku sebenarnya resah dia melakukan itu. Pasti ada sesuatu hal yang tidak kuketahui. hingga dia tidak menjawab semua yang aku katakan.
Apakah ada sesuatu yang kau rahasiakan, hingga kau tidak mengatakan semuanya padaku?
Akhirnya dia terus melesatkan mobilnya ke tempat yang sepi dan menepikan mobil itu. Dia mematikan mesin dan menarik napas panjang sebelum akhirnya berkata, "Midas idemu cukup bagus. Tapi, kau tahu sendiri petarung di sana sangat banyak. Kau kehilangan empat atau berapa pun petarung, mereka bisa menyediakannya. Banyak sekali petarung yang antri untuk memiliki uang yang sangat banyak di sana, dan memenangkan semua pertandingan. Jadi idemu ini aku pikir tidak masuk akal dan membuang tenagamu sia-sia," jawabnya dengan memandangku sangat serius.
Paling tidak kita harus mencobanya, Roy. Siapa tahu akan mengulur waktu untukku, dan kita bisa dengan mudah pergi dari sana.
"Baiklah, kau benar. Kita memang harus mencobanya. Kali ini kita akan pergi ke alamat ini. Tapi, kita tidak tahu siapa petarung yang berada di sana. Kau sebaiknya menyiapkan tenagamu untuk menemui para mafia itu saja. Masalah petarung, aku ada rencana lain," ucapnya membingungkanku. "Tidak mungkin kita pergi ke sana tiba-tiba menghajar dia. Kita harus melakukannya dengan cara yang cantik. Hmm, memberikan suntikan atau apa pun yang membuat dia tertidur dalam waktu yang cukup lama."
Maksud kamu apa Roy? Seperti obat bius. Itukah yang kau maksud?
"Tentu saja obat bius atau semacamnya. Untuk apa kau membuang tenagamu sia-sia dengan melawan mereka? Yah, kita suntik saja mereka dengan obat bius dan membuat mereka pingsan dalam waktu yang cukup lama. Itu adalah hal yang harus kita lakukan. Dan, sekarang kita akan menuju ke temanku Dia seorang dokter. Aku hanya akan memberikan ciuman kepadanya, lalu dia akan memberikanku apa pun."
Aku terkekeh mendengar perkataan Roy. Pasti dokter itu salah satu wanita yang sangat menyukai Roy, hingga melakukan hal itu. Tapi, kali ini saran Roy Memang benar. Aku akan mengikutinya.
Roy kembali menyalakan mesin mobil dan melesatkan kencang menuju ke sebuah rumah yang cukup modern dan sangat bersih. Pasti wanita itu adalah dokter yang sangat hebat.
"Tunggulah di sini, Midas. Aku akan menuju ke dalam dan meminta itu kepadanya. Kau jangan pernah ke mana-mana atau meninggalkanku. Midas, ingatlah apa yang aku katakan!"
Aku menganggukkan kepalaku. Aku melihat seseorang membuka pintu gerbang, lalu segera memasukkan mobil ke dalam halaman. Dia wanita yang cukup seksi dan cantik. Bahkan seperti artis terkenal ibu kota. Tidak heran jika Roy sangat mengenalnya. Wanita itu sepertinya sangat bersemangat dengan kedatangan kami. Itu adalah pertanda yang cukup baik.
"Midas, aku kasih tahu. Dia adalah wanita yang sangat agresif. Jadi, mungkin aku akan melakukan sesuatu. Tapi aku akan melakukannya dengan cepat. Kau tahu sendiri aku selalu tidak tahan dengan tubuh seksi seperti itu. Kau laki-laki, jadi kau tidak perlu aku jelaskan apa yang akan terjadi dalam. Yang terpenting kau duduk di sini dan menungguku."
Kalian belum menikah, untuk apa melakukan itu? Tapi terserah kaulah. Aku akan menunggu di sini dan jangan terlalu lama, karena aku sangat mengantuk.
"Aku ini lelaki normal. Justru kau yang tidak normal. Sudahlah, kau lebih baik tidur. Aku akan membangunkanmu jika semua sudah selesai. Kira-kira hanya kurang dari satu jam."
Aku kembali terkekeh mendengar Roy dengan wajahnya yang sangat serius dan mempersiapkan semuanya. Bahkan dia menyisir rambutnya dan membenarkan kemejanya yang sedikit berantakan. Dia benar-benar seorang playboy.
Cepatlah masuk dan jangan membuat aku menunggu terlalu lama.
Roy masuk ke dalam rumah wanita itu. Dengan cepat sang wanita memeluknya dan mendaratkan bibirnya di depan pintu. Bahkan wanita itu tidak memberikan kesempatan kepada Roy untuk berbicara dan mengatakan maksudnya datang ke sana. Dia menarik Roy ke dalam rumahnya dan terus memeluk Roy.
Aku masih berada di dalam mobil hanya mengamatinya. Ternyata yang Roy katakan memang benar. Dia wanita yang sangat agresif. Namun, sesuatu terjadi dengan sangat mencurigakan. Aku melihat seseorang di pagar mengamati gerak-gerik kami.
Apakah sebaiknya aku memeriksanya? Mungkin itu adalah hal yang harus aku lakukan. Dengan cepat aku keluar dari mobil, mengendap-endap menuju ke pagar belakang. Untung saja tidak dikunci hingga aku bisa membukanya.
Memang benar. Seseorang sudah mengamati kita. Tapi, siapa dan apa yang mereka lakukan? Kenapa mereka bisa menemukan kami ada di sini?
Tanpa berpikir lagi aku menarik dia dan memukulnya dengan sangat keras.
Buk! Buk!
Membuat dia tidak berdaya dan tergeletak di tanah.
Siapa kau, dan kenapa kau mengamati kami? Kau harus menjawab apa yang aku tanyakan, karena aku tidak bisa berbicara dan hanya bisa menggerakkan tanganku saja.
Dia terus mengamatiku saat aku memberikan bahasa isyarat. Semoga saja dia bisa mengerti dengan apa yang aku katakan.
"Maafkan aku. Kau yang bernama Midas, bukan. Aku bertugas untuk mengikutimu. Dan ini perintah dari seseorang."
Untung saja dia mengetahui apa yang aku maksudkan. Namun, dia diperintahkan seseorang untuk membuntutiku? Aku harus menanyakan semuanya. Aku tidak ingin ada masalah baru yang menimpaku.
Kau sebaiknya mengatakan semuanya dengan detail. Aku akan melepaskanmu jika kau melakukan itu. Tapi jika tidak, aku akan membawamu masuk ke dalam rumah itu dan kau akan mengalami luka-luka yang sangat serius. Aku tidak akan pernah melupakan siapa pun yang akan melakukan kejahatan kepadaku. Jadi sebaiknya kau menuruti apa yang aku katakan.
Dia mengulurkan tangannya dan menggelengkan kepala dengan cepat. Aku harap dia menuruti apa yang aku katakan, karena aku sebenarnya tidak ingin menghajarnya. Aku tidak ingin mengahajar seseorang yang tidak bisa melawanku. Aku tidak memiliki rasa seperti itu.
"Baiklah, aku akan mengatakannya. Tapi aku tidak bisa mengatakannya di sini Aku membutuhkan tempat yang cukup tenang dan kita hanya berbicara berdua saja."
Ikuti aku masuk ke dalam mobil itu.
Kami segera berjalan menuju ke mobil Roy. Dia duduk di kursi belakang sementara aku duduk di kursi depan.
Baiklah, ini adalah tempat yang cukup aman untuk kita berdua membicarakan apa yang akan kau katakan. Sekarang ungkapkan semuanya.
"Dokter Alberth yang memerintahkan aku untuk mengikutimu. Dia sebenarnya melihatmu mengendap-ngendap di atas pohon itu."
Apa?