Roy melesatkan mobilnya dengan semakin kencang. Dalam sekejap kita sampai kembali lagi ke rumah dokter wanita yang sudah dia kencani pagi tadi.
Kedatangan mobil Roy membuat dokter itu sangat semringah. Dia segera keluar dengan menggunakan pakaian yang sangat seksi. Pasti dia mengira jika Roy datang sendirian. Semoga saja dia tidak kecewa ketika melihat kami.
"Lihatlah dia, Midas. Sangat senang dengan kedatanganku. Bahkan, dia memakai busana malam itu. Argh, apa yang dilakukannya? Keluar dengan memakai baju itu? Bagaimana jika semua orang melihatnya? Midas tutup matamu! Jangan pernah kau melihatnya. Apa kau tidak sadar di sebelahmu ada kekasihmu?" Roy melotot menatapku dari kaca spion.
Ana mengernyit, lalu menatapku. Aku segera menundukkan kepala. Ana sedikit memperlihatkan lirikan sinisnya kepadaku. Tapi aku mengangkat kedua tanganku membuat Ana akhirnya terkekeh.
Bagaimana bisa aku menghindar dari tatapanku ini? Sementara dia keluar dari sana dengan tiba-tiba. Kau tidak perlu mencemaskan hal itu. Di dalam pertarungan itu saja, aku kemarin disediakan enam wanita yang lebih seksi dari dirinya. Tetapi aku tidak menerimanya dan menolak mereka semua, walaupun aku melakukan sebuah kesalahan. Tapi itu harus aku lakukan untuk pergi dari sana.
"Kau tetap bersalah sudah melakukan itu dan aku marah. Kau harus menggantinya dengan enam kali berkencan denganku, dan enam hadiah yang harus kau persiapkan untukku, setelah semua permasalahan ini selesai. Karena aku tidak akan pernah memaafkanmu, kalau kau tidak melakukannya." Ana mencubit perutku. Aku hanya mendengus. Aku sama sekali tidak pernah memberi hadiah apa pun kepada seorang gadis. Dan kini aku harus memikirkannya. Enam hadiah itu sangat banyak.
"Haha, kau sangat lucu dengan ekspresimu itu, Midas."
Roy tertawa cukup keras ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Ana. Dia sangat paham denganku. Berkencan saja aku tidak pernah. Apalagi membeli hadiah. Roy masih saja tertawa. Dan, itu sangat menyebalkan.
"Hahaha itulah seorang wanita, Midas. Mereka sangat suka dengan hadiah dan kencan yang sangat romantis. Tenang saja, aku pasti akan membantumu. Kau tidak perlu cemas akan hal itu," ucap Roy dengan santai. Aku bernapas lega mendengarnya.
Ana bersedekap, menatap kaca spion. Dia memberikan pelototan tajam kepada Roy yang seketika itu memalingkan wajahnya. Aku terkekeh melihatnya.
"Jika aku tahu Midas mendapatkan bantuan darimu, aku akan menolak semua yang diberikan kepadanya. Ingatlah hal itu," ucapnya dengan sangat tegas. Aku hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum. Aku sangat senang jika melihat dia sangat cemburu kepadaku. Itu menandakan jika dia memang benar-benar mencintaiku.
"Roy! Kenapa kau lama sekali tidak keluar dari mobil? Kau sudah membuatku kedinginan berada di luar sini!" teriak dokter wanita itu sambil memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya. Memang udara sangat dingin karena semakin larut.
"Midas, sebaiknya kau keluar terlebih dahulu biar dia tidak kecewa. Dia pikir aku sendirian ke sini. Aku takutnya jika aku keluar dahulu, dia akan memaksaku saat itu juga. Aku kan, tidak enak kalian akhirnya akan melihat adegan panas di sana. Kalian pasti akan menginginkannya, dan jangan-jangan menodai mobilku ini."
Aku akan melakukannya ketika sah menjadi suami Ana. Bukan seperti dirimu.
Roy tertawa saat melihat aku dengan bahasa isyarat dari kaca spion. Dia akhirnya mengangkat kedua tangannya, memberikanku tanda jika aku harus keluar dari mobil ini terlebih dahulu bersama Ana.
Memang benar apa yang diucapkan Roy. Ketika kami keluar, ternyata dokter wanita itu melotot, lalu menepuk jidatnya. Dia sangat kecewa melihat aku bersama Aba berdiri di hadapannya.
"Apakah ini lelucon? Jadi kalian yang sangat berantakan ini datang kemari bersama dengan Roy? Halo, rumahku ini bukan untuk tempat pengungsian. Ayolah Roy. Apa yang kau lakukan dengan membawa mereka? Aku hanya ingin berdua saja denganmu tanpa ada siapa pun. Lihatlah, kalian sangat berantakan dan bau. Bahkan kau terluka sangat parah. Apa yang terjadi?" Dokter wanita itu bersedekap menatapku sambil menggelengkan kepala. Ana hanya diam tanpa berucap di sebelahku.
Roy akhirnya keluar dari mobil. Semoga saja dia bisa meluluhkan wanita itu. Dengan cepat Roy mendekati wanita itu dan memeluknya. Kini mereka saling berpandangan. Sepertinya akan ada adegan panas di sini.
"Sarah sayangku. Ayolah, kita bisa berdua di dalam kamar dan membiarkan mereka ada di ruang tamu. Apa kau tidak kasihan melihat mereka. Lihatlah, mereka baru saja kecelakaan. Aku ingin meminta bantuan kepadamu. Kau harus memeriksa mereka. Setelah itu, kita akan berpelukan di dalam kamar berdua saja. Aku akan mengusir mereka dengan cepat."
Roy mendaratkan bibirnya dan memberikan kehangatan di wajah dokter wanita itu, dan tentu saja hasrat mereka meluap begitu saja di hadapan kami. Ana segera menutup kedua matanya. Sementara, aku hanya menggelengkan kepala melihatnya. Aku sangat kesal mereka sudah menunda waktuku. Aku sudah sangat lelah dan gerah dengan semua tubuhku ini yang dipenuhi luka.
Aku menarik lengan Roy agar dia segera melepaskan tubuh wanita itu yang sudah dirabanya di depan kami. Roy menatapku dengan kesal. Aku membalasnya dengan tatapan tajam.
Roy, lakukan saja nanti. Apa kau lupa kami sudah berdiri di sini menunggu kalian? Hei, kenapa kita tidak segera masuk. Kau tahu kali ini aku benar-benar marah. Kau mengatakan sendiri jika aku akan melakukannya dalam kamar. Tapi, kau melanggarnya. Ayolah Roy. Jangan membuatku kesal.
Roy memberikan senyuman tampannya. Dokter itu membenarkan rambutnya yang sudah acak-acakan. Dia pasti bisa membaca bahasa isyaratku.
"Tenanglah saudaraku. Apa kau lupa aku ini laki-laki normal. Tidak mungkin aku tidak berhasrat mendapatkan pelukan wanita yang sangat cantik menggunakan pakaian seksi seperti ini. Tapi aku mau minta maaf karena tidak sadar melakukannya. Baiklah. sebaiknya kita masuk," ucapnya lalu menarik dokter wanita itu dan segera masuk ke dalam rumahnya.
Sebuah rumah yang sangat rapi sekali. Bahkan tidak ada debu sedikit pun. Aku mengingat kerapian rumah seperti ini ketika masuk ke dalam rumah Ana. Yah, seorang dokter selalu memiliki kepribadian seperti ini. Mereka sangat menjaga kesehatan dan kebersihan. Karena itu sangat penting dalam kehidupan. Kesehatan sangat mahal harganya.
"Baiklah, apa yang harus aku lakukan? Karena aku tidak akan menundanya terlalu lama. Aku hari ini sangat lelah. Hari ini aku menangani ratusan pasien, dan aku ingin tertidur dengan cepat."
Roy kembali menarik dokter wanita itu dan membisikkan sesuatu, membuat dokter wanita itu melotot. Spontan dia menutup mulut dengan kelima jarinya. Dia melihat Ana dari atas sampai bawah dengan saksama, sambil menggelengkan kepalanya. Tanpa berbicara lagi, dokter wanita itu segera menarik Aba dan memasukkannya ke dalam kamar pasien yang ada di rumahnya.
Roy, apa yang sudah kamu katakan kepada dokter wanita itu? Apakah dia tadi bernama Sarah? Ya, apa yang kau katakan? Roy, kau sangat membuatku cemas.
"Aku mengatakan dia sudah dilecehkan oleh laki-laki di dalam apartemen. Lalu dia terbangun dalam keadaan tidak memakai busana. Aku hanya mengatakan hal itu. Dan, dia ternyata sangat sensitif saat mendengarnya. Aku kembali mengatakan, jika dia harus memeriksa Ana untuk melihat apakah dia masih suci atau tidak."
Dalam sekejap Ana kembali keluar dari kamar itu. Tapi, aku sangat heran kenapa dia menunduk dan sepertinya bergemetar. Apa yang sebenarnya sudah terjadi?
Ana! Apakah ternyata dia memang benar-benar sudah tidak ...