Jebakan Untuk Midas

1313 Kata
Roy terus menekan d**a Pasien itu dan dia melakukan kesalahan yang sangat fatal. Aku berjalan cepat, menariknya dan menggelengkan kepala. Ini adalah pasienku dan aku yang harus menanganinya. Kau tidak bisa melakukan itu. Aku yang mengetahui bagaimana riwayatnya. Jadi, biarkan aku yang menanganinya.Kau tidak perlu kawatir. Jika dia sembuh  kau yang akan mendapatkan nama. Tetapi aku harus melakukannya. "Dokter Rio, apa yang dikatakan Dokter Midas memang benar. Jangan pernah membawa masalah pribadi ke dalam pekerjaan, karena akan bisa membuat nyawa seseorang hilang. Kau ini sangat pandai. Jangan pernah membuat kesalahan! Ana memberikan plototan tajam. Rio tetap ngotot untuk membuat diriku keluar dari ruangan. Dia melambaikan tangan dan beberapa satpam masuk ke dalam lalu menarik kami berdua. "Ini benar-benar di luar dugaan. Dokter itu sangat menyebalkan. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada pasien itu, lalu kau yang disalahkan, Midas. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus masuk ke dalam dan mencegah itu semua. Dia benar-benar sangat menyebalkan. Aku akan melaporkan hal ini!" Ana, kau jangan melakukan suatu hal tanpa berpikir. Kita memang akan mencegahnya. Tapi tidak dengan cara seperti ini. Aku akan masuk ke dalam dan tetap menerabas semua satpam itu. Kau tunggulah di sini dan jangan melakukan apa pun. "Tidak bisa Midas. Kau tidak akan pernah masuk ke dalam. Karena aku melarangnya!" Paman datang dengan tiba-tiba. Dia berteriak keras mencegahku untuk masuk ke dalam. Dia bersama dengan beberapa pengawal yang berada di sebelahnya. Aku kembali cemas. Padahal nyawa pasien itu tidak bisa ditunda untuk ditangani. Aku sangat cemas karena Rio melakukan sebuah kesalahan saat memeriksanya. Aku mau tidak yang terjadi hal apa pun pada pasien yang sudah mempercayakan kesehatan yang padaku. Apalagi dia sudah membuatku seperti ini. Ini tidak bisa aku biarkan. Lebih baik aku tetap masuk ke dalam dan melewati pamanku yang segera menghadang di hadapanku. "Midas. Aku perintahkan kau tidak boleh masuk ke dalam. Kau tahu pasien itu kini akan ditangani oleh anakku. Dia dokter yang lebih hebat dari dirimu. Dia tidak mungkin melakukan kesalahan dan sebaiknya kau pergi dari sini dan kembalilah ke desa untuk melanjutkan pekerjaanmu di sana," ucap Paman dengan sangat tegas. Namun, aku terus menggelengkan kepala. Aku tidak akan pernah membiarkan Rio menangani pasien yang menjadi tanggung jawabku. Paman, aku yang sudah mengoperasinya. Pasti terjadi sesuatu yang membuat dia seperti ini. Aku harus memeriksanya. Paman, hanya aku yang mengetahui riwayat tentang penyakitnya. Tidak mungkin aku meninggalkannya seperti ini. Bahkan rumah sakit di desa sudah memiliki dokter yang cukup untuk memeriksa semua pasien di sana. Biarkan aku masuk dan menanganinya. "Tidak ada yang bisa kau tangani kali ini Midas. Kau tahu sendiri di sini banyak sekali dokter yang sangat hebat. Bahkan kamin pernah menangani pasien yang lebih parah dari ini. Jadi, cepat segera pergi, karena aku memerintahkannya! Jangan pernah membuat aku marah. Aku bisa mengeluarkan dirimu dengan paksa, Midas!" "Tuan, semua ini tidak masuk akal. Jangan pernah membawa masalah keluarga dalam pekerjaan. Aku sangat paham dengan keinginanmu. Kau pasti melakukan ini karena ingin mengusir Midas bukan? Sementara pasien itu harus ditangani oleh dokter yang sama dan kau sangat mengetahui aturan itu! Jangan pernah menyangkalnya, karena kau adalah seorang dokter." "Hentikan! Jangan berbicara terlalu banyak. Kau adalah dokter wanita yang sangat bermartabat. Aku sangat menghargai kedua orang tuamu. Tapi, jika kau tetap melakukan kesalahan, aku bisa saja melaporkan hal ini dan kau juga bisa kehilangan gelar menjadi seorang dokter." "Lakukan saja apa yang kau inginkan, Tuan. Pasien itu tetap akan ditangani oleh Midas. Dan, kau tidak akan pernah bisa menghindari ini karena aku yang akan melaporkan hal ini kepada Dokter Alberth. Aku akan membuat kau menanggung semuanya." Aku segera menarik Ana, karena aku tidak ingin dia berdebat dengan pamanku yang sangat kejam itu. Pasti akan terjadi suatu hal yang tidak diinginkan jika Ana melakukannya. Aku benar-benar tidak ingin dia terlibat dalam hal ini. Ana, sebaiknya kau jangan ikut campur Ana, aku bisa mengatasinya. Aku yang akan menyelesaikan semua ini. Sudah cukup kau terlalu dalam masuk ke dalam semua masalah ini. Aku tidak ingin terjadi hal apa pun denganmu, Ana. Mengertilah, tolong hentikan semua ini. Kali ini kau harus menurut kepadaku. Ana, mereka bukan seperti yang kau kira. "Hentikan, dan jangan berdebat seperti ini di hadapanku! Karena aku tidak akan membiarkannya. Kau pergi dari sini, atau aku akan menyeretmu keluar dari rumah sakit!" "Tuan pasien semakin parah. Sebaiknya kita segera melakukan operasi mendadak karena dokter Rio yang sudah memerintahkannya," ucap suster tiba-tiba keluar dari ruangan. Napasnya terengah-engah. Nahkan tubuhnya sangat berkeringat. Pasti terjadi suatu hal di dalam dan itu sangat parah. Aku segera menerabas semua pengawal itu dan mendorongnya sangat keras. Sekali hentakan saja bisa membuat mereka terhempas. Aku masuk ke dalam dan menarik Rio yang masih saja berusaha menyelamatkan pasien itu. Aku tidak percaya dia melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal. Hari ini aku harus menyelamatkannya. "Midas, untuk apa kau di sini? Aku sudah menyuruhmu untuk keluar. Kau tidak bisa masuk ke dalam. Kau harus pergi dari sini, karena ini adalah pasien yang harus aku tangani." Hentikan! Aku yang menanganinya. Kau sudah membuatnya sangat parah. Sekarang siapkan ruangan operasi segera. Karena aku harus memeriksanya. Rio mengarahkan tangannya agar para pengawal segera mencegahku. Namun, ternyata beberapa pria garang membuat para pengawal Rio menyingkir. Dia adalah para pengawal pasien itu yang sudah sangat percaya denganku. "Biarkan Dokter Midas yang menangani tuanku. Karena aku tidak akan pernah membiarkan kalian semua untuk mencegah Dokter Midas memeriksa tuan saya," ucap kepala pengawal dengan sangat tegas. Aku menganggukan kepala, kemudian aku kembali menekan jantung pasien itu. Dengan secara perlahan dan merabanya. Dia pasti menelan sesuatu hingga membuatnya seperti ini. Aku harus melakukan rontgen sebelum melakukan operasi. "Kita harus melakukan rontgen terlebih dahulu. Aku akan membawa pasien ini ke ruangan. Kau sebaiknya membersihkan dan mensteril 'kan dirimu." Ana sudah membawa beberapa suster dan dokter muda yang akan membantunya. Dia membawa pasien itu keluar secara perlahan didampingi oleh beberapa pengawal. Aku berlari dengan cepat masuk ke dalam ruangan dan mengganti bajuku, kemudian aku mensterilkan semua tubuhku sebelum kembali memeriksanya. "Kau memang sangat keterlaluan, Midas. Kau menggunakan kekuasaan untuk membuat dirimu terkenal. Kau melakukan itu karena kau hanya ingin kekuasaan. Jangan pernah mengingkarinya!" Rio tiba-tiba datang kembali untuk menghadang diriku. Aku benar-benar tidak percaya. Dia adalah lelaki yang sangat tidak tahu diri. Aku melangkah cepat mendekatinya, lalu memberikan tatapan yang sangat tajam. Kali ini aku membuatnya sedikit bergetar. Dari tadi aku hanya diam saja menanggapi dirimu. Sekarang Izinkan aku untuk mengoperasi dan memperbaiki semua kesalahanmu. Kau sudah melakukan kesalahan yang fatal dengan pasien itu. Setelah aku menyelesaikan semua, aku akan keluar dan kau bisa mengajarku. Tapi. sekarang tolong jangan menggangguku Aku melewati Rio begitu saja. Dia masih saja mengarahkan pelototan tajamnya ke arahku dan aku tidak mempedulikannya. Aku segera masuk ke dalam ruangan dan memeriksa pasien itu. Secara detail aku melihat semua tubuhnya saat dia memasuki alat khusus yang bisa memperlihatkannya. Ternyata memang benar dugaanku. Dia memakan sesuatu yang membuatnya alergi. "Bukankah kita sudah memeriksa alerginya? Tapi kenapa dia tetap memakan itu? Padahal makanan yang aku siapkan dari ahli gizi di rumah sakit ini sudah jelas-jelas terhindar dari semua makanan yang menyebabkan dia alergi. Bukankah ini sangat tidak masuk akal, Midas?" Semua yang dikatakan Ana memang benar. Sebelum mengoperasi pasien itu, aku sudah memeriksa semua dengan sangat detail. Tapi kenapa dia sampai menelan makanan itu? Ini benar-benar tidak masuk akal. Pasti ada seseorang yang merencanakan semua ini. Kau memang benar, Ana. Pasti ada seseorang yang sudah merencanakan semua ini dan sudah jelas mereka sengaja melakukannya untuk menjatuhkan diriku. Kita sebaiknya segera mengobatinya dan setelah selesai, aku akan mencari informasi yang bisa membantuku untuk memecahkan semua ini. "Sudah jelas-jelas kita dijebak, Midas. Tetapi tidak masalah. Kita akan melewatinya. Baiklah, selesaikan urusan kita sekarang. Karena kita akan mengoperasinya dan menyembuhkan dirinya dengan cepat." Baiklah persiapkan semuanya. Aku ingin kali ini operasi ini berhasil. Aku kembali mengobatinya. Kali ini jantungnya terhambat sesuatu yang membuat dia tidak bisa bernapas dan aku sangat yakin seseorang dengan sengaja melakukan ini. Seseorang yang sangat ahli dalam bidangnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN