Tidak aku percaya. Ternyata dokter Alberth mempercayakan semuanya kepadaku. Baiklah, aku akan menangani rumah sakit ini.
"Sudah kuduga. Kau memang sangat hebat. Baru kali ini aku melihat lelaki tidak bisa berbicara menjadi seorang dokter dan tentu saja itu adalah sesuatu yang sangat sulit dan luar biasa. Aku menyukai seseorang yang seperti itu. Baiklah. Selamat tinggal dan nikmati hari kalian."
Ucapan Mira yang sangat membingungkan. Aku sendiri tidak mengerti kenapa dia mengatakan hal itu padaku. Dia pergi begitu saja setelah mengatakan sesuatu hal yang bisa membuat Ana kesal kembali.
"Kenapa dia selalu saja mengganggu? Apa dia tidak tahu seseorang yang dia ganggu itu sangat membencinya," ucapan Ana sembari menarik napas
Seseorang berhak menyukai siapapun. Yang terpenting seseorang itu tidak tertarik dan membiarkannya saja. Kita akan memeriksa pasien sekali lagi. Setelah itu kita akan pergi pulang karena aku akan memeriksa semua berkas yang berada di rumah sakit ini.
"Aku sangat menyukaimu, Midas. Kau harus menikah denganku karena aku tidak mau kehilangan kamu," ucapnya sambil memelukku. Entah itu baik atau buruk. Karena kita masih berada di tempat kerja. Lebih baik aku segera melerai pelukan ini.
Kita berada di tempat kerja. Tunggulah beberapa saat lagi saat kita pulang. Sekarang kau harus membereskan semuanya. Sementara aku akan masuk di tempat kerja kepala dokter itu dan memeriksa semuanya.
"Baiklah, aku akan menunggumu. Aku akan memeriksa semua pasien. Semoga mereka lebih sehat dan aku akan memastikan mereka baik-baik saja. Aku juga akan memeriksa dokter jaga."
Temui aku setelah kau menyelesaikan semuanya. Aku juga sangat merindukanmu. Aku tidak ingin berpisah denganmu.
Ana tersenyum. Dia menolehkan pandangan ke kanan kiri, lalu mendekatiku mendadak. Dia berjinjit, dan mengecup bibirku. Dengan cepat dia berjalan kembali dan meninggalkan aku dengan wajah bersemu. Aku tersenyum sembari memegang rambutku. Ana benar-benar sudah membuatku candu.
Aku segera menuju ke ruangan kepala dokter dan memeriksa semuanya. Ada suatu hal yang sangat mengejutkan di sini. Sebuah berkas yang menunjukkan hasil dari rumah sakit ini. Aku melihat semua uang itu sangat banyak. Padahal, yang aku ketahui di sini menggunakan kartu pemerintah gratis untuk melakukan pemeriksaan. Rumah sakit ini adalah milik pemerintah dan kami mendapatkan gaji dari sana. Sementara, kenapa uang ini sangat banyak? Lebih baik aku akan mencari tahu. Semoga saja tidak ada hal penting yang dilakukan oleh dokter itu dengan sangat mengejutkan.
Bagaimana bisa dokter ini melakukan korupsi dan kebohongan. Aku harus menemui seseorang yang sangat paham dengan rumah sakit ini. Dan ... aku mengetahui siapa dia.
Aku segera berjalan. Kali ini aku menemui Mira. Karena dia yang sudah berada di rumah sakit ini sangat lama. Dia yang bisa aku tanya tentang sesuatu yang berhubungan dengan rumah sakit ini. Dan sebaiknya aku menemui Ana terlebih dahulu karena aku tidak ingin terjadi salah paham.
Aku terus memutari rumah sakit ini. Tapi aku tidak menemukannya. Entahlah dia pergi ke mana.
"Kau mencari seseorang, Midas? Sepertinya ada hal penting yang ingin kau ketahui." Ternyata Mira yang melewati ku. Baiklah, aku sepertinya menanyakan hal ini. Untunglah, aku tidak perlu susah untuk mencarinya.
"Hei Dokter Midas, kenapa ke masih berada di sini. Kau menghampiriku. Hmm, aku tahu kau membutuhkanku untuk informasi mengenai rumah sakit ini. Makanya, jangan galak-galak sama aku. Karena hanya aku yang mengetahuinya. Sekarang, apa yang ingin kau ketahui. Sepertinya aku membawa berkas yang sangat penting, yang ingin kau tunjukkan padaku," ucapnya sambil mengulurkan tangannya. Perlahan aku membuka berkas itu dan menunjukkan kepadanya. Jemariku berada pada sebuah tulisan yang menunjukkan hasil dari keuangan yang berada di dalam rumah sakit ini.
Mira melotot saat melihatnya. Dia benar-benar tidak mengerti. Dia membuka setiap lembar berkas itu dan memandangnya dengan saksama. Setelah itu, dia menggelengkan kepala. Namun, ekspresinya sangat aneh. Dia tersenyum ketika selesai membacanya.
"Kenapa banyak sekali uangnya? Hmm, ini uang siapa? Aku benar-benar tidak mengerti. Bukan kah di sini seharusnya gratis? Hahaha, ternyata dia melakukan korupsi yang ... sangat banyak. Dia selalu saja memeriksa semua suster dan dokter saat akan meninggalkan rumah sakit ini. Ternyata, dia yang melakukan korupsi. Ini ... benar-benar sangat mengejutkan aku."
Mira melihat dengan sangat serius, sementara aku menunggu dia untuk memberikan jawaban apa yang sudah aku tanyakan. Aku tidak perlu menggunakan bahasa isyarat. Dia pasti sudah mengerti dengan apa yang akan aku katakan.
"Hmm, sudah jelas dia melakukan korupsi. Lihatlah uangnya sangat banyak. Apalagi lelaki tadi mengatakan dia sudah datang dengan seorang wanita penghibur. Tidak aku sangka ternyata dokter itu benar-benar sangat luar biasa," jawabnya.
Jadi, dia benar-benar korupsi?
"Yah, itulah yang dia lakukan. Jika kau membutuhkan saksi, aku bisa membantumu, ucapnya sembari menyentuh lenganku dengan tatapan menggoda. Aku spontan menampisnya. Ini sangat tidak baik. Kenapa ada wanita seperti ini di hadapanku. Sebaiknya aku tidur saja.
Terima kasih atas informasi yang kau berikan. Aku akan melaporkan ini. Aku tidak mungkin membiarkannya begitu saja. Sebaiknya kau kembali pulang karena jam pekerjaan sudah selesai. Kau tidak perlu berada di sini dan ini adalah perintah.
Saat aku akan membalikkan tubuhku, Mira menarik lenganku dan tiba-tiba dia sangat dekat. Aku tidak ingin hal buruk terjadi. Bagaimana jika Ana mengetahui hal ini. Bisa-bisa aku akan dituduh melakukan suatu hal yang bukan menjadi perlakuan ku. Ini bisa-bisa menjadi fitnah!
Aku segera mendorongnya. Namun dia menahannya dan ternyata benar. Ana datang, melotot menatapku. Dia sangat marah. Aku tidak mengerti kenapa dia datang begitu cepat. Apakah Mira sengaja melakukannya? Karena dia tahu Ana akan datang ke sini. Benar-benar dia adalah wanita yang sangat licik!
"Aku mencarimu kemana pun, Midas. Ternyata kau berada di sini bersama dengan wanita ini dan akan berpelukan? Apa maksudmu? Midas barusan saja kau mengatakan kau mencintaiku. Tapi, ternyata kau melakukan hal yang sangat buruk. Kau benar-benar tidak tahu diri, Mira. Kenapa kau selalu mendekatinya? Kau sengaja?"
Ana sangat marah. Aku menarik napas. Aku tidak tahu harus bagaimana. Dia benar-benar sangat marah dan melirikku sinis. Sementara, Mira sangat santai menanggapinya.
"Maafkan, aku tidak sengaja melakukannya. Kami berbicara dan spontan saja melakukan itu. Jadi kau tidak perlu selalu salah paham seperti itu."
"Salah paham? Kau ini selalu saja membuat onar. Aku akan menindak dirimu jika terus mengganggu hubungan kami!" bentak Ana. Tidak aku sangka, dia mendorong tubuh Mira sangat kuat. Aku spontan menarik dan menggelengkan kepala.
"Hei, kita tidak sengaja. Lagi pula, berhati-hatilah. Tidak ada pria yang setia, Ana," balas Mira.
Mira mengatakan sesuatu hal yang benar-benar di luar dugaan. Sekali lagi dia berbohong dengan mengatakan kita yang melakukannya. Aku tidak mengerti dengan sikapnya. Aku membawa Ana pergi dari sini agar tidak terjadi keributan.
Aku menarik Ana dan meninggalkan Mira begitu saja. Aku memasukkan Ana ke dalam ruangan kepala dokter dan mengunci pintu itu sangat rapat. Aku meletakkan dokumen di atas meja, lalu menunjukkan jemariku di atasnya. Ana mengernyit melihatnya. Dia segera berjalan mendekatiku dan menatap dokumen itu. Dia melotot tidak percaya setelah membacanya.
"Apa-apaan ini? Kenapa ada data seperti ini. Sedangkan rumah sakit ini gratis. Tapi, uang ini sangat banyak. Berarti selama ini mereka harus membayar?" tanyanya kepadaku dan aku menganggukkan kepala.
"Lalu, hubungannya apa dirimu dengan dokter Mira, sampai kalian berpelukan seperti itu? Argh, kalian benar-benar tidak tahu malu. Ini kan berada di rumah sakit?"
Aku menarik Ana lalu mendaratkan bibirku begitu saja. Dia akhirnya terdiam. Aku terus memainkan bibirnya. Hanya ini yang bisa kulakukan padanya. Jika dia mereda, aku akan kembali menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Jika aku emosi, dia juga akan sangat marah dan kita pasti akan memperburuk hubungan.
Kami terus saling membalas tautan bibir ini. Dia tersenyum menatapku. Aku pun juga tersenyum menatapnya. Aku sangat lega. Ternyata gampang sekali membuatnya mereda. Seorang wanita adalah makhluk yang sangat halus. Jika aku halus kepadanya, maka dia pun akan seperti itu.
Kepada siapa lagi aku harus menanyakan masalah ini? Mira yang sangat lama berada di sini. Jadi kau tidak perlu berpikiran apa pun. Perkataanku adalah janjiku dan itu adalah nyawaku. Kau tidak perlu berpikiran aneh-aneh. Aku akan melaporkan berkas ini. Setelah itu kita selesaikan tugas berada di sini dan menikah. Kau tau sendiri aku harus menuju rumah sakit itu dan mengambil hakku. Itu yang akan aku lakukan.