Tiba-tiba lemparan kerikil yang agak besar mengarah ke Ara dan hampir mengenai kepala. Untung saja disaat yang bersamaan, dia menunduk mengambil plastik pembungkus lauk yang jatuh ditanah. Namun bunyi ‘klontang’ dari wadah bekal Ara terdengar dengan jelas. Dia terkejut begitu pula dengan Ceking. “Apa yang terjadi, Ara?” “Wadah bekalku terguling. Lihat.” Hendak meraih barang itu dengan tangan tapi urung, gegara kembali lemparan kerikil lebih sering kearah keduanya. “Menunduk, jangan sampai mengenai kepala!” teriak Ceking. “Siapa sih yang iseng!” Ceking memindai gerakan kerikil,“dari lantai dua.” “Apa! Siapa yang melakukan permainan berbahaya ini? Kalau kena kepala, bagaimana?” “Lihat saja kalau mereka berani! Jika ada luka di tubuh kita, aku akan pastikan mereka akan membayarnya d

