BAB-8

1017 Kata
Author POV : *** Michael mendengarkan cerita dari Lancelot, tak menyela. Mendengarkannya saja membuat air mata mengembun di pelupuk matanya. Semua kuda perang yang ada di kekaisaran langit sangat patuh, mentaati semua peraturan dari kerajaan Arkhmush maupun dari sang pemilik. Hukuman berat bagi kuda yang melanggarnya. Semua kuda perang adalah Pejantan, Betina tidak berhak menjadi kuda perang di kekaisaran langit. Mereka hanya untuk sekedar mengandung dan melahirkan anak untuk di pilih. Setiap tahun, setelah setiap Betina terpilih dan telah di buahi oleh Pejantan terpilih, mereka di haruskan memiliki lebih dari sepuluh bayi kuda jantan untuk di jadikan sebagai generasi penerus. Bayi-bayi kuda jantan itu, kemudian di pilih oleh sang pemilik masing-masing. Membesarkan mereka dengan baik dan melatih mereka caranya menjadi seekor kuda perang. Sementara bayi-bayi yang terlahir Betina, di perlakukan seperti hewan peliharaan biasanya. Para pemilik tak menghiraukan kuda-kuda Betina hidup atau mati. Kuda-kuda Pejantan terpilih, dan terlatih berhak menjadi seekor kuda perang kekaisaran langit. Menggantikan posisi kuda-kuda perang yang sudah gugur di medan perang. Setiap kali, Lancelot melakukan proses perkawinan dan membuahi kuda Betina terpilih untuknya. Bayi-bayinya terlahir Betina semua, 12 Betina dalam satu tahun. Lancelot gagal mendapatkan keturunan untuk meneruskan jejaknya sebagai seekor kuda Perang kekaisaran langit, Di kerajaan Arkhmush. Bagi Pemilik Lancelot sebelumnya, itu adalah kecacatan dan kegagalan. Ia telah mempermalukan pemilik dan Kekaisaran langit. Siapapun yang melanggar dan mempermalukan kekaisaran langit, akan di hukum sangat berat sampai ajal mereka menjemput. Inilah hukuman Lancelot dan pemiliknya terdahulu. Pemiliknya di hukum mati, Para kuda betina di sembelih, putri-putri Lancelot di asingkan di pulau Satimush. Pulau Tengkorak. Sementara Lancelot di hukum setengahnya saja, sebagai pengingat. Julukannya sebagai seekor kuda perang di cabut oleh sang Raja dari kerajaan Arkhmush. Tanduknya yang gagah dan tajam harus di hilangkan oleh sihir, penyihir langit. Kedua sayapnya di potong sehingga tidak dapat terbang. Lancelot di hukum seberat-beratnya, membuatnya menderita sejauh ini. Pemilik dan semua kudanya menanggung hukuman hanya karena dirinya yang memiliki keturunan Betina. Lancelot di buang ke daratan dalam keadaan tak berdaya, berlumuran darah. Tubuh dan batinnya terluka. Michael lah yang menyelamatkannya dari maut dan ketidakberdayaan yang di miliki Lancelot, merawat dan mengobati luka di tubuhnya. Menyayanginya sebagai teman bukan sebagai seekor kuda jantan. Saat itu Michael sedang menjalankan misinya, mengembara. Merebut sebuah pedang Marthioulous dari genggaman sebuah kawanan manusia serigala. Pemimpin mereka memiliki darah campuran. Hibrida, antara Vampir dan Serigala. Yang membuat mereka berbeda adalah memiliki sihir sendiri, semua kawanannya. Membuat Michael kewalahan dalam menghadapi mereka. Sejak saat itulah, Lancelot memiliki pemilik baru. Mengabdi kepada Michael untuk seumur hidupnya apapun yang terjadi. "Cukuplah, nanti malam di lanjut. Kau berjalan jauh tadi, tubuhku pasti berat, kan? Beristirahat dulu aja." Sela Michael, membuat Lancelot berhenti berbicara. "Itu sudah tugasku, Pangeran Michael." Kata Lancelot, sedikit bersemangat. "Aku ngerti, Bodoh!. Kalo kau sakit, yang akan melakukan tugasmu siapa?. Lagian, aku nggak bisa ngerawat seekor kuda, seekor hewan aja kagak pernah." Gerutu Michael, dengan nada sedikit marah. "Aku mau nyari buah-buahan di sekitar sini. Tenang aja, aku gak bakalan jauh-jauh kok." Imbuh Michael, berdiri dengan tergesa-gesa karena berat jubah dan pedang Marthioulous di pinggangnya. Michael POV : *** Aku berjalan sedikit mendongak karena jubah panjang di leherku, membuatku tercekik dan keberatan. Lebih parahnya lagi, aku harus membawa beban di pinggangku. Aku menelusuri sekitar sungai, rerumputan hijau dan semak-semak pendek di sekitarnya. Lahan di kawasan dekat sungai begitu luas dan hijau. Menurutku lahan ini cocok untuk bertani, dekat dengan sumber air juga. Sungai mengalir sangat deras, suara gemericik air terdengar sedikit menenangkan pikiranku. Aku berhenti dan menikmati keindahan alam di sekitar, udaranya sangat sejuk dan bersih terhirup olehku. Aku tidak pernah melihat tempat seperti ini di dunia Non-Duplikat. Sayangnya, tujuanku kemari bukanlah untuk berlibur. Melakukan dan menuntaskan tugasku yang tertunda. Lantas, aku tersadar dari ketidaksadaranku dan melanjutkan pencarian di sekitar. Cacing-cacing di perutku sedari tadi berteriak minta makan. Tak terasa malam hampir tiba, matahari sudah hampir terbenam. Aku menatap langit begitu indah di lihat. Untung saja, aku sudah menemukan sedikit makanan untuk mengganjal perutku sampai besok. Berry biru liar yang banyak tumbuh di lahan itu, aku pernah melihat Berry seperti ini di dunia Non-Duplikat. Sedari tadi aku mengunyah Berry itu sampai mulutku berantakan, seperti bayi. Perutku sudah makan banyak bahkan buah Berry yang ada di tangkai telah habis ku petik. Di sisi lain, pikiranku tak tenang dan merasa bahwa seseorang telah mengawasiku sejak tadi. Aku merasa tidak sendirian di lahan itu. Lantas, aku berjalan terbirit-b***t menjauh dari lahan itu secepat mungkin. Membawa berry yang sudah terbungkus daun jati. Aku mengerjap tak percaya, jantungku berdegup kencang dan serasa akan copot. Lancelot tidak ada ditempat. Kekhawatiran dan ketakutanku bertambah. Aku menghampiri dan mencari Lancelot di tempat peristirahatan, merambatkan bola mata mencari keberadaannya dan berteriak memanggil namanya. Suara Lancelot terdengar lagi olehku, suara kuda jantan itu membuat pikiran dan perasaanku tenang kembali. Dia berlari keluar dari semak-semak menghampiriku. "Jantungku hampir copot tau tidak, Bodoh!." Gerutuku, memberinya Blueberry dari bingkisan. "Abis darimana kau?." Tanyaku. "Maafkan aku, Pangeran Michael. Aku tidak tahan menahan beban di perutku dan harus membuangnya." Jawabnya, dengan nada menyesal. "Kenapa harus ngumpet, malu?." Tanyaku sinis, alisku terangkat sebelah. "Lain kali, jangan coba-coba membuatku kuatir, Bodoh. Aku pikir, kau di culik orang atau apalah, kan aku jadi sendirian." Decakku, bersandar di pohon besar. Author POV : *** Michael sedang memandang air terjun dan sungai begitu bercahaya karena roh-roh penjaga air terjun, keluar dari dalam air. Cahayanya begitu terang dan indah sehingga menerangi sekitar tempat itu. Sesuai yang di katakan oleh Lancelot, mereka semua roh-roh baik dan ramah. Bahkan mereka menghangatkan tubuh Michael menggunakan cahayanya. Bulan tak muncul malam ini, bintang-bintang di langit begitu berserakan dimana-mana. Menghiasi malam pertama Michael di dunia duplikat. "Eum, pernah tidak, merindukan pemilik lama dan putri-putri atau induk mereka?. Michael, kau kenapa?. Oke, lupakan saja yang barusan." Cetus Michael, menampar pipinya sendiri karena bersalah. "Tidak apa, Pangeran Michael." Sahut Lancelot yang sedang terbaring. "Setiap hari bahkan setiap keadaan buruk sekalipun, yang aku pikirkan hanyalah mereka. Kuda adalah hewan sosial, kepatuhan dan kesetiaan kami sangat kuat terhadap pemilik dan sesama." Jelas Lancelot. "Sudahlah, kau tak harus menjawab pertanyaan bodohku. Beristirahatlah kembali." Kemudian Lancelot berhenti berbicara. Sementara Michael kembali menatap kearah langit, menatap keindahan bintang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN