Bab : 10 Ada Duri Dalam Daging

1038 Kata
Dua hari semenjak pemanggilan Rini ke ruang direksi, Gadis diam - diam mencari info dan menyelidiki satu demi satu rekan kerjanya. Mulai dari rekan staf nya sampai OB di kantornya. " Apa mungin Lia biang keroknya!' ujarnya dalam hati Bukan tanpa alasan Gadis mencurigai Lia semua atas pengamatan dan penyelidikan nya. lia adalah gadis muda, umurnya mungkin sama dengan Andi. Lia bekerja di sana tiga bulan lebih dulu dari pada Andi. Menurut pengamatan Gadis, hanya Lia yang terlihat agresif pada Andi. Sesekali Gadis melihat Lia berusaha mendekati Andi. Meskipun Andi sendiri tidak terlalu menanggapi. Begitu juga rekan kerja yang lain. Mreka tidak terlalu perduli, Jelas sekali terlihat kalau Lia menyukai Andi. Sering kali Lia.mencari - cari alasan untuk berbicara langsung atau berdekatan dengan Andi. Meskipun terlihat Andi bersikap biasa saja. Memang tidak bisa dipungkiri, hampir semua wanita menyukai penampilan Andi, bawaannya yang santai, pekerja keras, pintar, dan wangi juga segar, cukup menarik perhatian kaum hawa di divisi keuangan itu. " Andi kamu mau fc, sini sekalian biar aku bantu." terkadang Lia terang - terangan menawarkan bantuan " Eh Andi! Ini kopi buat kamu. Tadi akundari pantry sekalian aja aku bikin buat kamu!" tanpa malu - malu.Lia melakukan itu " Iya terima kasih,ya Lia!" jawab Andi singkat Rekan kerja yang lain bukannya tidak tahu atau tidak paham. Mereka berpikir itu hal biasa apalagi mereka seumuran. Mungkin Lia sedang pendekatan, jadi tidak masalah. Yang menjadi masalah, beberapa bulan terakhir Andi terlihat dekat dengan Bos mereka, walaupun kedekatan mereka masih dalam hal pekerjaan. Bahkan tidak ada yang bisa secara kongkrit menyimpulkannya. ***** Gadis terus saja mengamati dan menyimpulkan apa yang terjadi di divisi mereka. Sesuai tugas yang di berikan dari atasannya. " Ko bisa,ya! Hem...aneh!" " Kenapa hal seperti bisa sampai ke Pak Direktur, ya!" lagi - lagi Gadis harus berpikir keras, di tengah - tengah pekerjaan nya yang menumpuk Sementara di meja kerja lain... " Huh rasain pasti tadi kamu sudah di omelin sama Pak Dirut! Siapa suruh kamu ambil crush aku!" ujar Lia bicara sendiri " Memang kamu punya segalanya, tapi lihat! Aku masih muda! Aku juga cantik! Pokoknya aku akan terus berjuang, supaya Andi bisa jadi kekasih aku!" gumam nya sendiri Lia benar - benar.menyukai Andi. Andi yang berpenampilan santai, tapi rapih, cuek, pintar dan wangi sanggup menarik perhatian Lia sejak baru pertama kali bertemu di loby kantor. Saat itu Lia mau ijin keluar kantor, sedangkan Andi baru saja datang, Andi yang saat itu datang untuk panggilan test, masih binggung dengan situasi dikantor. Dan Andi sempat bertanya pada Lia, yang kebetulan melintas d depannya. " Permisi, mbak! Maaf saya mau tanya kalau divisi keuangan,ruang intervie nya yang mana, ya?" tanya Andi sopan Bukannya menjawab, Lia yang saat itu terpesona pada pandangan pertama, diam terpukau memandang wajah Andi. " M_mbak! Maaf saya boleh tanya? ulang Andi " E _eh iya! Iya! Gimana? Ruang divisi keuangan ya? I_itu ada di lantai dua. keluar dari lift jalan sedikit, nah itu ada di sebelah kanan. " Lia menerangkan sambi l sesekali matanya mencuri - curi pandang Selesai mendapat petunjuk Andi yang saat itu pertama kali datang ke kantor. Langsung berjalan menuju lift. Meninggalkan Lia.yang masih diam terpukau melihat punggung Andi sampai menghilang. " Masya Allah ...ganteng banget! Sempurna! Ya Allah...aku mau dia!" gumamnya sendiri Lia saat itu benar - benar lupa diri. sampai - sampai dia tidak sadar kalau orang lain disekitar nya memper hatikannya. Selang beberapa menit dia tersadar, kemudian berlalu sambik menahan malu. Sejak saat itu Lia tak bisa melupakan Andi, terlebih saat mengetahui kalau Andi di terima bekerja disana. lebih - lebih mereka ditakdirkan untuk selalu bersama, sedikit lebay, tapi itu menurut Lia. Mereka satu divisi. Divisi keuangan. Yang di bawahi langsung oleh seorang CEO cantik dan galak, bernama Rini. Lia mulai tidak bisa menahan diri untuk mendekati Andi, disela - sela kesibukannya dengan pekerjaan. Dari mulai meembuatkan kopi kesukaan Andi. Meskipun dengan alibi sekalian mau ke pantry bikin kopi untuk dirinya sendiri, Atau menegur Andi dengan sengaja, bahkan mencari - cari kesempatan untuk bisa dekat dan berbincang - bincang dengan Andi. Awal - awal yang membuat Lia murka dan mulai berpikir jahat Ketika setiap hari dia melihat crush nya Andi, terlihat banyak interaksi dengan Bos wanita. Entah apa yang mereka kerjakan berdua. Lia sering memperhatikannya. Baik itu diruangan Bos wanitanya, atau diruangan rapat. Ada sedikit rasa takut memang bila mengusik hal itu. Karena siapa yang tidak tahu CEO wanita itu. Bu Rini adalah CEO yang di takuti dan disegani disana. Selain karena profesionalisme nya dengan pekerjaan, Bu Rini juga dikenal karena loyalitas dan kepintaran nya. Tapi karena rasa cinta dan cemburunya lebih besar. Mengalahkan rasa takutnya. Suatu hari kemarahannya memuncak, ketika dia mendapati atasan wanita nya itu baru saja keluar dari cafe bersama crush nya. Lia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Andi dan Rini atasanya, keluar dari cafe dengan senyum lebar yang tak biasa, Bahkan sesekali mereka tertawa bersama. Dan Lia mulai curiga ada sesuatu yang lebih dari sekedar hubungan kerja diantara mereka. Sakit hati Lia melihat itu semua, apalagi selama ini Andi tidak pernah menangapi sedikitpun usahanya untuk mendekati dirinya. Tidak terima dan mulai berpikir jahat. Lia mulai menyebarkan gosip itu ke lingkungan kerja mereka. " Eh tahu nggak! Kemarin aku lihat Bos kita keluar dari cafe sama Andi! Kayanya mereka habis dinner bareng! Tau nggak sih! Mereka tuh mesra banget lo!" terus saja gosip - gosip jahat itu di tiup kan Tidak sampai disitu, Lia juga membicarakan gosip ini diluar jam kerja pada Pamannya. Pamannya Lia.memang ada dikantor itu. Beliau ada adalah Direktur pemasaran. Karena jabatan nya sama dengan Direktur keuangan. Hal yang sangat mungkin membuat.gosip ini sampai kesana dan tersebar luas. Gosip itu cepat tersebar, seperti bensin yang tersulut percikan api. Berita tentang CEO cantik divisi keuangan, Yang memadu kasih dengan stafnya. Dan gosip itu akhirnya menjadi topik hangat di perusahan itu. Dan puncak nya CEO cantik divisi keuangan, dipanggil oleh Direktur nya. Dan Lia merasa sangat puas. Kemarahannya karena tidak bisa mendapat kan Andi terbalaskan. " Aku masih menunggu kamu, sayang! masa kamu mau sama wanita perawan tua itu. Memang sih dia lebih kaya, lebih cantik dari aku. Tapi aku kan lebih muda dari dia. Kita itu serasi, Andi!" demikian tulisan yang ada di kertas di tempat sampah. Yang tidak sengaja terbuang oleh Lia
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN