Bab :7 Ada Rahasia di Sana

1020 Kata
Rini diam duduk di kursi empuk di tepi kaca yang panjang dan lebar, yang menjadi pembatas kantor tempatnya bekerja dengan dunia luar. Rapat antar kepala Divisi baru saja usai. Lelah dan penat sudah pasti dia rasakan. Wangi parfum bunga bercampur vanila yang segar tidak juga hilang, meskipun sudah seharian dia beraktifitas. (" Rapat sudah selesai, bisakah kamu keruangan aku, sayang.") Rini mengirim pesan singkat di ponselnya (" Siap, Bos ku yang cantik dan galak ")tidak menunggu lama, pesan balasan sudah masuk kedalam ponsel Rini Rini tersenyum dikulum, salah tingkah. Hanya dengan Andi jiwanya bisa berubah. Kadang bahagia, kadang salah tingkah, dan kadang marah. Selama ini tidak ada yang berani dengan Rini. Selain reputasinya sebagai seorang ceo yang tegas dan profesional. Rini juga seorang Ceo yang sangat dihargai dengan segala kemampuannya. Tidak lama kemudian terdengar pintu ruangan diketuk pelan " Masuk!" Rini berusaha mengendalikan perasaan nya. Suara yang terdengar lembut berbeda dengan keseharian nya Dari balik pintu masuk seorang lelaki muda yang segar dan menawan. Dengan senyum khasnya melangkah masuk kemudian berkata.. " Terima kasih." Andi mengambil segelas air minum dari tangan OB kemudian masuk dan menutup pintunya perlahan " Loh apa itu?" " Ini minuman yang aku buat dengan bantuan OB. khusus buat kamu, biar nggak merasa lelah dan mood nya balik lagi. " Nih! Coba dulu!"Andi menyodorkan gelas berisi madu jahe dan lemon ke tangan Rini "Makasih, Andi! kamu paling mengerti aku! kamu sangat perhatian, Andi!" " Ya karena aku perduli sama kamu." lagi - lagi Andi sanggup menbuat seorang Rini mencair Mereka bicara pelan dari mulai membahas kegiatan tour yang di ketuai oleh Andi sampai membahas hal - hal yang penting sampai hal - hal yang tidak perlu. Hanya dengan Andi Rini bisa tertawa bahagia melepaskan sejenak dari tekanan pekerjaan. Sebalknya hanya Rini yang selalu memotivasi Andi untuk mencapai apa yang di cita - citakan. Walaupun tidak bisa di pungkiri Andi selalu merasa minder. " Hem..maaf sedikit aku mau bertanya." kata Andi tiba - tiba " Iya, silahkan Andi ." Rini mengangkat kepalanya dan tersenyum menunggu Andi bicara " Kenapa kamu bisa menyukai ku, sedangkar kita seperti langit dan bumi?" Sejenak Rini diam sebelum akhirnya berkata... " Dengan mu aku seperti menjadi wanita normal dan seutuhnya. Aku bisa tersenyum, aku bisa bahagia. " Dan aku bersama mu, membuat aku selalu ingin berusaha menjadi lelaki yang lebih baik. Aku berusaha untuk mengejar mimpi ku, berusaha mensejajarkan langkahku dengan mu, meskipun itu sulit dan sedikit ragu." lagi - lagi Andi bicara dengan mode serius. Diambil nya tangan Rini, kemudian di ciumnya dengan lembut Suasana menjadi lebih sepi. hanya suara pendingin ruangan dan jam dinding yang terdengar. Baik Rini maupun Andi tahu betul kalau hubungan ini sangat sulit dan mungkin akan banyak pertentangan. Tapi cinta mereka kuat, dan mereka berjanji akan menghadapinya bersama - sama. Andi pamit ketika akan keluar ruangan. Sebelum akhirnya keluar dan pergi ' Aku pamit ya, Ceo cantik yang galak." "Iya , hati - hati staf ku yang muda dan ganteng!" Mereka berdua tersenyum, dan saling pandang. Sebelum akhirnya Andi keluar dan menutup pintu pelan. Serapat apapun menyimpan bangkai pasti akan tercium juga. Demikian juga hubungan mereka. Gosip - gosip mulai cepat tersebar. Ini karena karyawan lain sering melihat mereka berdua diruang rapat. Usai jam kerja. Meskipun berita yang kongkrit tidak bisa mereka dapatkan. Karena mereka berdua bersikap sangat profesional. Begitu juga sikap Andi. Tidak ada yang berbeda kepada Rina atasannya. Setiap kali mereka berada diantara karyawan yang lainnya. Terkecuali bila mereka sedang duduk berdua. ******* Pagi ini langit sangat cerah, bahkan mentari pagi juga ikut tersenyum, dan mendukung sepasang kekasih yang beda usia. Hari ini Andi memang tidak membawa motor bututnya. Karena Rini menjemput nya di depan kos an. " Pagi sayang aku! Maaf seharusnya aku tidak merepotkan, mu!" ujar Andi yang langsung mengambil alih kemudi " Loh aku tidak merasa direpotkan ko!" Ayuk berangkat mumpung masih pagi. " Kamu sudah sarapan, Andi?" Andi hanya mengeleng kecil tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan Rina mengambil tas bekal nya yang cantik dari kursi belakang mobil. Di bukanya berlahan tas bekal yang selalu disiapkan setiap pagi oleh asisten rumah tangganya. " Kita sarapan, ya!" tangannya lincah membuka satu persatu kotak, dan menaruhnya d .pangkuannya. Harum wangi masakan seketika.memenuhi seisi mobil mewah milik Rina. " Kamu mau apa, sayang. Ada nasi goreng, Ada roti bakar, ada salad juga!" " Eh nggak usah sayang, makan saja itu buat kamu, nanti aku makan dikantin. Nanti pacarku yang cantik dan galak ini tidak kenyang!" Andi mulai lagi bicara dengan santai dan sedikit melucu " Hai lihat, bekal ini banyak banget memang sengaja aku pesan agak banyak porsinya. Supaya aku bisa makan sama kamu!" " Aaaa.....!" tanpa banyak aba - aba Rina menyuapi Andi dengan nasi goreng spesial yang dia bawa Andi mengunyah nya pelan, sesekali tangan kirinya mengusap punggung tangan Rini lembut. Mereka menghabiskan bekal itu berdua, di dalam mobil. Hubungan mereka semakin dekat. Bahkan sangat dekat. Dan mereka berjanji akan selalu menepati semua apa yang sudah mereka bicarakan berdua di ruang rapat. Mobil mulai berjalan pelan. Ketika mereka mulai memasuki komplek perkantoran. Sampai akhirnya.mereka sampai tepat di depan kantor mereka. Andi turun lebih dulu, kemudian Rini Menganti posisi di tempat kemudi. " Terima kasih, sayang. " ucap Andi pelan dengan tatapan penuh arti sebelum akhirnya berjalan masuk lebih dulu kedalam kantor. Entah apa yang ada di pikiran para security Tapi.Rini dan Andi tidak terlalu peduli. Lagipula tidak ada yang akan berani pada Rini disana. Semua orang tahu siapa Rini. Andi berjalan cepat melewati loby kantor. Sesekali dia hanya mengangguk keci tanda hormat bila ada yang menyapa. Pembawaannya yang segar, santai , cuek tapi rapi. Membuat beberapa wanita dati divisi lain sempat diam dan terpesona. Melihat Andi berjalan di depan mereka. Tentu saja itu membuat Rini panas dan sedikit cemburu. Berbeda dengan Andi. Sosok Rini yang elegant, cantik dan sempurna membuat semua orang tersenyum dan mengangguk sopan. " Pagi, Bu! ucap mereka bersamaan Andi sadar ada Rini berjalan di belakangnya, Karena wangi parfum milik Rini yang sudah menjadi candu buatnya, tercium semerbak meskipun sang pemilik diri belum terlihat. Tapi Andi bisa apa. Mereka sudah saling berjanji, untuk menutupi hubungan mereka untuk sementara waktu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN