Ada pembunuh di perkemahan ini… Aku mendengarkan perkataan Talitha dengan seserius yang aku bisa. Sekalian sekujur tubuhku masih sakit, aku berusaha fokus dan memperhatikan cewek satu ini. Tapi pengakuannya barusan jelas pembualan besar. Bisa-bisanya dia mempermainkanku seperti ini. Aku mendengus kasar. Sial, sepertinya aku buang-buang waktu bicara dengan Talitha. “Itu sebabnya gue nggak mau ngomong ke lo tadi. Lo pasti nganggep gue sinting,” kata Talitha cepat. “Tapi gue serius. Ada pembunuh di perkemahan ini. Dengan semua yang terjadi sama gue dan sama lo malam ini, seharusnya lo percaya itu.” Brengsek! Pendapat pertamaku tentang Talitha sekarang adalah Talitha sudah gila. Mana mungkin ada pembunuh di acara nasional sebesar ini? Tapi saat melihat wajah Talitha yang serius dan mulai m

