Dendam

1884 Kata

Matahari pagi mulai menyorot ke jendela apartemen. Zaldi yang sedang memakai kemeja menoleh pada Alea yang sedang menusukkan jarum ke kerudungnya. Keduanya kembali ke rutinitas mereka sehari-hari, setelah tiga hari hanya diam di apartemen menenangkan diri masing-masing. "Alea. Pakein aku dasi," kata Zaldi seraya memberikan dasi berwarna merah bergaris vertikal pada Alea. Alea yang sudah selesai memakai kerudung pun segera mengambil dasi yang Zaldi serahkan. Ia menarik bahu Zaldi agar membungkuk. "Kakak yang tinggi, atau Lea yang pendek sih?" tanya Alea seraya memasangkan dasi pada kerah Zaldi. "Kamu pendek. Aku segini mah standar tinggi orang Indonesia, kok." Alea terkekeh pelan. "Kata ayah, Lea itu pendek Kayak Ibu. Kan Bang Irzan tinggi kayak ayah." ia mendorong bahu Zaldi agar men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN