BAB 22 – TERPERANGKAP DALAM SANGKAR EMAS Alya duduk di tepi ranjang besar yang terasa asing baginya. Matanya menatap kosong ke arah jendela kaca besar yang memperlihatkan pemandangan luar. Namun, tidak ada gunanya. Pagar tinggi dan penjaga yang berpatroli di sekitar vila itu membuatnya sadar bahwa ia tidak lebih dari seorang tahanan. Tangannya mengepal di atas pangkuan. Napasnya berat. Ia harus keluar dari sini. Ia tidak bisa terus terjebak di bawah kendali Reihan. --- Sementara itu, di ruangan lain, Reihan berdiri di depan jendela, menyesap segelas anggur merah di tangannya. Tatapannya tajam, tetapi pikirannya dipenuhi gejolak. Alya berani menentangnya. Berani meninggalkannya. Dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa ia terima. "Tuan, semua penjagaan sudah diperketat seperti yang And

