“Kau akan mati saat tangan kotormu menyentuh gadisku,” desis Fian tajam. Abby mengangkat telapak tangannya. Memberikan instruksi tanpa suara agar pistol yang ditodongkan diturunkan. Wajah datarnya menatap dua orang di depannya. “Kau bisa memukulku sekarang jalang! Ini hanya tentang kita, mereka tidak akan ikut campur,” ujar Abby. Semua mendengar ucapan gadis cantik tanpa kacamatanya itu. Rosa mematung. Ia hanya menatap putri suaminya ini dengan wajah mengeras penuh emosi. Tidak mungkin dia menyentuh gadis s****n di depannya ini. Ia masih menyayangi nyawanya, tentu saja. “Lovely, jangan begini. Dia ibu barumu sekarang. Hormati dia.” “Hormat? Seperti ini?” Abby mengangkat tangannya dan meletakkannya di kepala. Ia tersenyum meremehkan sambil bersikap seperti hormat kepada bendera. “Lo

