Bab 3 Kampus Baru

1031 Kata
Setelah perpisahan itu kami tidak pernah berkomunikasi, diapun tak pernah sekalipun menghubungi aku karena mungkin dia tidak tau nomor baruku. Entah kenapa aku sangat takut dengan sikapnya yang tiba-tiba lulus SMA langsung minta untuk menikah, entah karena aku yang belum siap atau memang aku yang egois memikirkan masa depanku dan keluargaku sendiri. Aku mengeryitkan alisku dan bergidik ketika mengingat dia seakan memaksa untuk mengajak menikah segera. Tak lama aku bisa melupakan Ardi dan mulai focus keduniaku lagi. Aku mulai sibuk dengan kegiatan baruku disebuah perusahaan swasta. Yah setelah lulus SMA karena nilaiku bagus aku bisa langsung terpanggil untuk bekerja disebuah perusahaan swasta di kotaku. Aku sangat bersyukur aku langsung bisa bekerja, dan sesuai dengan impianku. Yah meskipun perusahaan ini baru berdiri, aku sangat senang bisa mendapatkan pengalaman baru didalamnya. Namun diperusahaan tersebut mengharuskanku untuk kuliah, mulanya aku mendaftar disebuah kampus negeri di kotaku, namun masih harus menunggu satu tahun lagi. Karena syarat dari kuliah disana harus memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun. Diluar dugaan disela-sela aku menunggu untuk kuliah ternyata banyak sekali pihakpihak yang tidak bertanggung jawab mencari celahcelah kesalahan dari perusahaan baru itu karena mereka takut tersaingi. Dengan berbagai pertimbangan karena aku takut dengan aku bekerja diperusahan tersebut tanpa kuliah dijadikan celah untuk menghancurkan perusahan baru yang baru merintis akupun mendaftar kuliah di kampus swasta dengan mengambil jurusan yang aku sama sekali tidak memahami. Aku bekerja sambil kuliah, beruntungnya perusahaan memaklumi kegiatanku. Aku mendapat dukungan penuh dari orang tua maupun dari perusahaan. Ya kebetulan perusahanku mengijinkanku untuk kuiah dipagi hari, dan berangkat bekerja selepas pulang kuliah. -//- Hari in hari pertamaku masuk kuliah. Aku begitu semangat untuk berangkat ke kampus baruku, berkenalan dengan teman-teman baruku. Aku begitu bahagia bisa melanjutkan kuliah, karena masih banyak diluar sana yang tidak bisa mengenyam pendidikan dengan layak. Ku berangkat sekolah menaiki motor buntutku, motor itu cukup tua. Karena itu satu-satunya motor milik kami, aku an ayah harus bergantian menggunakannya. Ku awali hariku dengan ucapan bismillah semoga perkuliahan pertama berjalan lancar. Kususuri setiap jalan menuju kampus dengan senyum manisku, tak terasa aku sudah memasuki gerbang kampus. Karena aku terlalu menikmati sekitar tak kusangka tiba-tiba ada seorang laki-laki berjalan didepanku sontak aku langsung menginjak rem motorku. Siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit bunyi rem motorku. Aku dan diapun sama-sama tercengang karena kaget. “Maafkan aku, aku tak melihatmu berdiri didepan” tuturku. “oh taka pa dek, aku juga salah jalan tak lihat-lihat.” Katanya. Aku segera turun dari motor dan memarkir motorku di tempat parkir. Aku sengaja memarkir motorku didekat pintu keluar supaya nanti bisa keluar dengan mudah. Tiba-tiba ku dengar suara memanggilku. “hai hai hai” panggilnya. Aku membalikkan wajahku mencari sumber suara. Terlihat sosok laki-laki bertubuh sedang , ya tingginya samalah denganku sedikit berlari mendekatiku. “ hai apa ini punyamu?” Tanyanya dengan membawa sebuah jam tangan. Segera kucari jam tangan dilengaku, ternyata memang benar itu jam tanganku yang mungkin terjatuh tadi saat mengerim mendadak. “oh iya, terima kasih.” Timpalku. Kukenakan kembali jam tanganku dilengan kurusku. “kamu mahasiswa baru ya?” tanyanya. “iya kak.sekali lagi terima kasih” Jawabku. “you are welcome.” Jawabnya sambil pergi entah kemana. Setelah kurasa jam tangan terpasang dengan benar, dan penampilanku sdah rapi. Aku berjalan meninggalkan tempat parkir, dan menuju papan pengumuman mencari kelasku. Ternyata tertulis namuku Melati sukma dikelas 1D. segera kunaiki anak tangga dan menuju kelas baruku. Beruntungnya aku tak terlalu sulit mencari kelasku, karena kelasku hanya berjarak 1 kelas dari kelas didekat tangga. “morning” sapaku ke teman-teman baruku yang ada di dalam kelas. “morning” jawab beberapa teman yang sudah dating. Segera kucari tempat duduk yang menurutku nyaman dan tak terlalu jauh dari papan tulis. Akhirnya ku pilihanku tertuju pada bangku baris kedua, disana sudah ada empat anak yang tersenyum menyambutku. Kami memperkenalkan diri masing-masing, aku mulai mengenali mereka luluk, nia ,Izza, dan Anis. Luluk 1 tahun lebih tua dariku namun tubuhnya kecil, nia si kacamata yang cantik, Izza memiliki badan yang tinggi dan berisi, sedangkan anis memiliki tubuh tinggi dan ramping. Kami mulai akrab dan akhirnya kami menjadi 5 bersahabat kemana-mana berlima. Ketika kami asyik ngobrol terdengar langkah kaki memasuki ruangan, yah itu dosen pertamaku Mis Putu namanya. “ morning student” sapanya. “morning mom” jawab kami satu kelas Kami memulai pelajaran hari ini dengan begitu menyenangkan, meskipun awalnya menakutkan bagiku karena ini mata kulaih yang tidak aku pahami sama sekali, ya beruntung dosennya begitu lincah menjelaskan dan begitu mudah dipahami. Jam menunjukan pukul 10.00 menandakan perkuliahan selesai. Segera kulangkahkan kaki menuju tempat parkir, aku terburu-buru karena aku harus langsung berangkat kerja. Lagi-lagi……….. “ bruuuuuuuuuuuuugg”. “ah” teriakku. Sosok yang seperti taka sing bagiku menabrakku dar belakang. “sorry, sorry.” Katanya. “lhoh kamu lagi.” Ucapnya sambil tersenyum. Aku hanya tersenyum, dan segera meninggalkannya. Namun terdengar langkah kaki mengikutiku dan memanggilku. “hai kenapa buru-buru, ayo duduk dulu.” Ucapnya. “maaf aku harus segera pulang, aku harus langsung kerja.” Jawabku sambil tetap berjalan. “ kerja dimana?” tanyanya. “di Perusahaan baru dikota.” Jawabku. “ow boleh aku tau namamu?” tanyanya. “aku melati, kamu?” tanyaku sambil etap terus berjalan menuju tempat parkir. “Aku munif, aku tingkat dua dikampus ini.” Jawabnya sambil menyodorkan tangan tanda berkenalan, akupun menyalaminya. Sesampaiku ditempat parkir, sialnya motorku terhalang motor besar yang tentunya aku keberatan memindahkannya. Saat aku berusaha memindahkannyatiba-tiba ada seseorang yang meraih motor itu dan memindahkannya. Yah ternyata orang itu munif yang tadi berkenalan denganku. “ thanks..” ucapku. “You’re welcome guys.” Jawabnya. Aku melirik jam tanganku, dan jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.15. aku segera permisi dan segera meninggalkan tempat parkir dan menuju ke kantor. Sepanjang perjalanan aku bersyukur hari ini berjalan dengan lancar. Materi-materi yang belum pernah aku paham dihari ini aku sangat mudah memahaminya, entah karena memang bisa, atau memang pertemuan pertama jadi materi yang disampaikan baru mater-materi ringan. Namun tak masalah bagiku aku cukup lega bisa mulai memahami mata kuliahku. Dan beruntung aku memiliki teman teman yang baik. Tiba-tiba terbersit dbenakku tentang kejadian hari ini, yang membuatku mengingat-ingat berapa kali hari ini dia tak sengaja bertemu dengan Munif kakak kelasku yang begitu baik, selalu membantukku. Aku tersenyum lebar mengingat kegiatan pagi ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN