Live Podcast

1328 Kata
Bram masih berusaha tetap fokus, tapi situasi di dalam kamar Ara semakin sulit dikendalikan. Ara terus mendekat, tatapan matanya menggoda, sementara Bram mencoba menjaga kesadarannya. Namun semuanya terjadi begitu saja. Dua sejoli yang kini sedang di mabuk asmara pun mulai saling memadu kasih, memberikan pendeskripsian yang sulit di jelaskan dengan kata-kata. Namun, mereka lupa satu hal penting... Live streaming masih menyala. Kolom komentar terus meledak dengan antusiasme yang semakin tinggi. : WOI WOI WOI! INI MASIH LIVE?! : GILA! INI REAL! BUKAN SETTINGAN! : ASTAGA, KALIAN LUPA KAMERA MASIH NYALA?! Bram dan Ara sama sekali tidak sadar bahwa ratusan, bahkan mungkin ribuan pasang mata sedang menyaksikan mereka. Di dunia maya, live mereka mulai tersebar ke berbagai platform. Cuplikan dan screenshot dari live ini mulai beredar di forum-forum dan media sosial dengan caption bermacam-macam. [Fix, ini bukan sekadar konten biasa. Ara beneran jatuh ke pelukan Bram!] [Ini live atau sinetron?! Gila sih, asli.] [b******k, mereka lupa matiin kamera. Ini bakal viral] Namun, semuanya baru disadari oleh Bram ketika sebuah notifikasi besar muncul di layar ponsel Ara. [Jumlah penonton telah mencapai 10.000+] Bram terdiam seketika, Mata Ara membelalak saat melihat layar. "Astaga...." bisiknya pelan, wajahnya langsung berubah. Mereka berdua saling menatap dengan ekspresi panik. Live ini sudah terlanjur tersebar. Dan kini, mereka bukan hanya dikenal di lingkungan kecil. Mereka sudah menjadi pusat perhatian dunia maya. Ara langsung mematikan live-nya dengan cepat. Namun, semua telah terjadi. Bram mengusap wajahnya, mencoba memahami situasi. Ara menggigit bibirnya, tampak sedikit menyesal, tetapi juga menyadari bahwa ini adalah momen besar dalam kariernya sebagai streamer. "Bram... kita baru aja bikin sejarah." Bram menghela napas panjang. "Iya, dan aku nggak tahu ini bakal jadi baik atau buruk buat kita." Kini, mereka harus menghadapi kenyataan, Bahwa dalam semalam, mereka telah menjadi viral. Bram terbangun dengan perasaan campur aduk. Semalam benar-benar di luar dugaan. Live streaming yang seharusnya hanya hiburan biasa berubah menjadi viral besar-besaran di dunia maya. Bram mengusap wajahnya, mencoba mengingat semuanya. Ara. Live. Komentar yang meledak. Ribuan penonton. Dan yang paling gila, mereka lupa mematikan kamera. Ponselnya bergetar tanpa henti. atusan notifikasi masuk. Pesan w******p, DM di i********:, bahkan notifikasi dari aplikasi live streaming tempat mereka siaran semalam. Bram menelan ludah sebelum membuka layar ponselnya. [Trending #1: Ara & Bram - Pasangan Paling Greget di Dunia Streaming?!] Matanya langsung membesar. "Astaga... ini benar-benar jadi besar." Penasaran, ia membuka media sosial dan menemukan ratusan, bahkan ribuan orang membicarakan dirinya dan Ara. Beberapa cuplikan dari live semalam tersebar di mana-mana. Ada yang mendukung. Ada yang kaget. Ada juga yang mengkritik. : INI SIH GILA, LIVE PALING GOKIL MALAM MINGGU! : ARA & BRAM! FIX KALIAN SEKARANG SELEB DUNIA MAYA! : BENERAN NGGAK SADAR LIVE MASIH NYALA? ATAU CUMA SETTINGAN?! : KALO SETTINGAN, YA PINTAR BANGET! KALO NGGAK, YA BERANI BANGET! Bram langsung terduduk di kasur. Ia benar-benar tidak menyangka segalanya akan menjadi seviral ini. Namun sebelum ia bisa berpikir lebih jauh, pintunya diketuk keras. Tok! Tok! Tok! "Bram! Bangun, cepetan keluar!" Suara itu... Ara. Bram segera bangkit dan membuka pintu. Ara berdiri di depan kamarnya, mengenakan sweater oversize dengan rambut sedikit berantakan. Matanya masih mengantuk, tapi wajahnya penuh ekspresi panik dan tidak percaya. Tanpa basa-basi, Ara mengangkat ponselnya ke wajah Bram. "Kita diundang ke salah satu podcast terbesar di platform live streaming!" Bram langsung membeku. "Podcast?" Ara mengangguk cepat, matanya berbinar antara panik dan antusias. "Iya, dan bukan sembarang podcast. Ini salah satu acara yang sering ditonton ratusan ribu orang!" Bram langsung merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Dulu, ia hanyalah seorang pemuda desa yang diremehkan. Namun sekarang? Dalam semalam, ia berubah menjadi figur yang dikenal di dunia maya. Dan sekarang... ia diundang ke podcast besar. Bram menelan ludah, lalu menatap Ara. "Jadi... kita bakal muncul di depan lebih banyak orang lagi?" Ara tersenyum lebar. "Iya, Bram. Dunia maya sekarang milik kita." Bram menghela napas panjang. Ia tahu, hidupnya tidak akan pernah sama lagi. Bram masih mencoba mencerna semuanya, tapi sebelum ia bisa mengatakan apa pun, tiba-tiba terdengar tepuk tangan dari lorong kos. Ia dan Ara menoleh. Di sana, para penghuni kos lainnya sudah berkumpul, berdiri di depan kamar mereka masing-masing. Mereka semua tersenyum, bertepuk tangan, dan memberi semangat. "Wih, seleb baru kita udah diundang ke podcast besar!" celetuk salah satu penghuni kos. "Gila sih, gue nonton live kalian semalam. Itu legend banget!" tambah yang lain. "Bram, Ara, kalian harus bikin sejarah lagi nanti di podcast!" Bram sedikit canggung, tapi ia bisa merasakan dukungan yang tulus dari mereka. Namun, di antara para penghuni kos, ada satu orang yang menarik perhatiannya. Bella. Ia tidak ikut bersuara banyak seperti yang lain, hanya tersenyum tipis sambil menyesap kopinya. Namun, sorot matanya berbeda. Ada sesuatu di sana. Sebuah cemburu yang tidak terlalu mencolok, tapi cukup jelas untuk dikenali Bram. Bella memperhatikannya dengan ekspresi yang sulit ditebak. Namun pada akhirnya, ia ikut tersenyum, meskipun ada sedikit keraguan di matanya. "Selamat ya, Bram. Kamu sekarang benar-benar sudah jadi pusat perhatian," katanya dengan nada santai, tapi ada sesuatu yang tersirat di balik suaranya. Bram menatap Bella sebentar, mencoba menangkap makna di balik kata-katanya. Namun sebelum ia sempat berkata apa pun, Ara menarik tangannya lagi. "Udah, ayo kita siap-siap. Podcast ini nggak bakal nunggu kita selamanya!" katanya penuh semangat. Bram mengangguk, meskipun pikirannya masih sedikit terpaku pada Bella. Ia tahu ada sesuatu yang Bella rasakan, tapi ia tidak bisa memikirkannya sekarang. Yang jelas, hari ini adalah awal dari sesuatu yang lebih besar. Dan ia harus siap menghadapi semuanya. Bram masih bisa merasakan tatapan Bella bahkan ketika Ara sudah menariknya kembali ke dalam kamar untuk bersiap. Namun, tidak ada waktu untuk memikirkan itu sekarang. Ara sibuk dengan ponselnya, membalas pesan dari tim podcast yang mengundang mereka. "Oke, kita harus siap-siap sekarang. Podcast ini bakal live dalam dua jam," katanya. Bram mengernyit. "Cepat juga, ya?" Ara tertawa kecil. "Ya iyalah! Momen viral kayak gini nggak bisa ditunda. Kalau kita nggak ambil kesempatan ini sekarang, besok udah basi." Bram menghela napas panjang. la masih belum terbiasa dengan dunia hiburan seperti ini. Tapi ia tahu, sejak live bersama Ara, jalannya sekarang mengarah ke sesuatu yang lebih besar. "Oke, terus kita harus gimana?" tanyanya. Ara menyeringai, "Kita bakal tampil sebagai pasangan sensasi dunia maya." Bram terdiam. "Maksudmu...?" Ara mendekat, menatapnya dengan ekspresi serius tapi penuh godaan. "Maksudku, kita harus tampil sebagai pasangan yang bikin semua orang penasaran." Bram menelan ludah. "Jadi... kita harus berpura-pura pacaran?" Ara tertawa kecil, lalu mengangkat bahu. "Ya... pura-pura, atau nggak, Terserah kamu." Bram tidak tahu harus bagaimana menanggapinya. Tapi sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, notifikasi masuk di ponsel Ara. [Lokasi Studio Podcast: Sentral Media Building, Jakarta] Ara menepuk pundak Bram dengan senyum penuh arti. "Ayo, kita berangkat." Satu jam kemudian, Bram dan Ara tiba di lokasi. Mereka disambut oleh kru yang sudah menunggu di lobi, membawa mereka ke ruang makeup sebelum siaran langsung dimulai. "Santai aja, ini bakal jadi obrolan ringan. Kalian tinggal jawab pertanyaan dari host, sambil nikmati momennya," kata salah satu kru dengan ramah. Bram hanya bisa mengangguk. Ini adalah pengalaman pertamanya tampil di depan audiens yang lebih besar. Namun, di sampingnya, Ara terlihat begitu percaya diri. "Santai aja, Bram. Aku bakal handle semuanya," bisiknya sambil tersenyum. Bram menghela napas. Ia harus siap. [LIVE PODCAST DIMULAI] Tiba-tiba, lampu sorot dinyalakan, kamera mulai merekam, dan layar monitor besar menampilkan judul acara. "SENSASI DUNIA MAYA! PASANGAN LIVE STREAMING PALING VIRAL!" Bram dan Ara duduk bersebelahan di sofa, menghadap dua host yang tersenyum antusias. "Oke guys, ini dia yang kita tunggu-tunggu! Ara dan Bram, pasangan yang bikin geger dunia maya!" Kolom komentar di layar bergerak cepat. : WAH GILA, MEREKA BENERAN DATENG! : BRAM & ARA, KAMI BUTUH PENJELASAN! JADI MEREKA BENERAN PACARAN ATAU CUMA SETTINGAN?! Host tertawa kecil, lalu langsung melempar pertanyaan pertama. "Jadi Ara, Bram... Pertanyaan pertama yang pasti semua orang ingin tahu." "Kalian ini pacaran beneran atau cuma gimmick?" Bram langsung terdiam. Ara tersenyum, lalu menoleh ke arahnya. Dan dengan ekspresi penuh arti, ia menggenggam tangan Bram di depan kamera. "Kalau menurut kamu, Bram?" Bram menelan ludah. Ia tahu, jawaban ini akan menentukan segalanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN