Semua persiapan sudah diselesaikan tinggal menunggu waktu yang telah ditentukan. Andra pun mempersiapkan dirinya bersama tata rias yang masih setia merapikan rambut dan baju yang Andra gunakan.
Begitu pun dengan Yura yang tak sabaran melihat idolanya itu tampil memukau di hadapannya dengan cepat ia menaiki mobil sampai ia lupa kalau tiketnya ketinggalan dan Cana meneriaki namanya.
"Santai aja napa sih, toh juga Andra gak bakalan kemana-mana." Cana pun memberikannya tiket.
"Gak bisa aku itu udah gak sabaran nih."
Setelah mengambil tiket itu barulah Yura menjalankan mobilnya karena dia tidak mau datang paling akhir apalagi dia itu duduk paling depan karena VIP.
Yura pun menyerahkan tiket itu kepada petugas dan langsung masuk ke dalam yang memang masih agak sepi, dia pun duduk di kursi VIP sambil memfoto dirinya.
Yura pun sadar kalau ada seorang memperhatikannya dan ia pun menoleh ke arah samping kanan bangkunya.
"Yura."
"Jeana."
Mereka pun saling menyebut nama dan ini adalah kedua kalinya mereka bertemu. "Gak nyangka bakalan ketemu disini." Jeana pun tersenyum tapi Yura hanya tersenyum tipis itupun karena dia terpaksa.
"Enak banget tau duduk di depan sini." Jeana masih tetap tersenyum karena senang bertemu dengan gadis yang sudah menolongnya. Iyalah enak bisa liatin bias dari deket, sinis Yura dalam hatinya.
"Gue itu sekali setahun bisa ke sini apalagi gue seneng banget bisa ke konser sahabat gue Andra." Yura nampak kaget padahal dia udah tau rumor ini tapi memang benar adanya kalau Jeana ini memang sahabatan sama Andra. Yura berharap Jeana tidak menaruh hati kepada Andra.
"Berarti semua itu benar."
"Iya memang benar tapi gue beneran suka sama dia, tapi kakak jangan bilang ke publik ya?"
"O..oke." Ternyata benar apa yang Yura takutkan itu terjadi, apalagi persahabatan seorang perempuan dan lelaki itu tidak bisa di katakan sahabat kalau salah satu dari mereka menyimpan perasaan.
Jeana mana tau perasaan Yura saat ia mengatakan kalau dia suka sama Andra dan ini benar-benar hati Yura sakit sekali mendengarnya kalau pun Andra mencintai sahabatnya. Yura akan melupakannya sedikit demi sedikit hingga ingatan bersama lelaki itu akan hilang dengan sendirinya.
"Penampilan Andra udah mau mulai, kak." Mendengar suara disebelahnya ini membuat lamunan Yura terhenti dan Yura sadar air matanya mengalir. Segera ia menghapusnya dan melihat ke arah panggung melihat Andra yang tersenyum melihat dirinya.
Tentu saja Yura membalasnya walaupun hatinya masih sakit. Tapi untuk apa dia menangis toh juga dia harus inget kalau dia bukan siapa-siapa dan bukan orang istimewa di mata Andra dia hanyalah seorang yang tak sengaja dekat.
"Lagu ini saya persembahkan untuk gadis yang dulu saya nantikan kehadirannya." Yura tau itu bukan dirinya melainkan Jeana yang memang dari dulu sahabat Andra dan memang sekarang Jeana yang akan mengisi hati Andra, itu yang ada dipikiran Yura saat ini.
"Aku ke toilet sebentar." Ijin Yura dan Jeana dengan sigap berdiri di hadapannya.
"Mau di anterin gak?"
"Ngausah." Ketusnya tapi Yura tidak bermaksud seperti itu tapi sekarang hatinya yang ia pentingkan karena tidak mungkin dia menonton Andra dengan muka sembab seperti ini.
Yura pun masuk kedalam kamar mandi dan mencuci mukanya di wastafel setelah itu dia memakai make up lagi agar wajahnya terlihat lebih segar.
Setelah selesai di kamar mandi barulah Yura membuka pintu dan betapa terkejutnya Yura saat Andra berdiri dengan tegap di hadapannya.
"Eh kok kamu.."
"Shutt.." Andra menempelkan jari telunjuknya di bibir Yura.
"Aku ke sini cuman mau bilang penampilan keduanya akan mulai." Eh ini Yura baru selesai nangis terus kaget liat Andra datang cuman bilang itu doang, dari tadi hati Yura itu senang terus sedih dan sekarang seneng lagi. Yang kuat ya hatiku. Batin Yura mengelus dadanya.
"Yaudah kamu tampil aja kenapa harus kasih tau ntar juga aku balik lagi kok." Ini Yura dari tadi agak ketus ngomongnya tapi Yura gak bermaksud.
"Oke, jangan kelamaan di toilet banyak penunggunya."
Setelah mengatakannya Andra pun pergi dari toilet menuju keatas panggung. Mendengar perkataan dari Andra membuat Yura takut dan berlari untung saja Yura memakai sepatu tapi hampir saja dia terjatuh.
"Kakak liat Andra gak tadi di kamar mandi?" Tanya Jeana, mana mungkin Yura menjawab iya kalau di kasih tau malah yang ada suaranya makin besar.
"Gak liat, emang ada apa?"
"Tadi itu Andra pas selesai nyanyi langsung lari kebelakang mengarah ke kamar mandi dan kebetulan kak Yura juga ke kamar mandi, harusnya dia lanjut tapi malah kabur sampe fansnya pada ketawa ngeliatin Andra." Jeana masih tertawa melihat tingkah Andra yang lari kek anak kecil.
"Yaampun." Yura tersenyum kembali saat melihat Andra tampil dengan senyuman manisnya yang membuat fansnya berteriak ada juga yang mleyot.
"Gantengnya juga itu anak, gue bersyukur banget bisa di kenalin sama orang modelan Andra." Yura tak mengatakan apapun dan lebih baik menikmati lagu yang dinyanyikan oleh Andra.
Setelah selesai nyanyi Andra menyapa para fansnya yang hadir mendengarnya bernyanyi tak hanya itu Andra juga mengajak para fansnya bermain hal itu yang membuat semuanya tertawa melihat tingkah laku Andra yang menggemaskan.
Yura tau anak itu menggemaskan tapi kadang-kadang ngeselin juga apalagi di toilet tadi Andra nungguin dia keluar dari kamar mandi cuman ngasih tau kalau dia mau penampilan kedua dan hal itu membuat Andra menghampirinya ke kamar mandi.
Setelah lama di dalam ruangan penuh cahaya itu acara pun berakhir yang di akhiri dengan nyanyian Andra yang sangat merdu bukan hanya suaranya saja tapi wajahnya yang terlihat ganteng. Siapa sih yang tidak terpana dengan ketampanan lelaki itu.
Acara pun berakhir semuanya pun keluar dari tempat konser dan saat itu juga ada yang memanggil namanya.
"Kak Yura!" Panggil Jeana dan menghampiri Yura dengan perasaan senang.
"Iya ada apa Jeana?"
"Boleh minta nomer kakak gak?"
Yura pun memberikan nomer telpon miliknya dan saat melihat mobil bewarna abu itu, ia melihat Andra dan Jeana menaiki mobil bersama.
*
"Udahlah Yura jangan berharap sama brondong modelan kek Andra dia itu suka kasih harapan palsu." Yura berbicara sendiri di kamarnya karena merasa dari tadi pikirannya isinya itu tentang Andra dan Jeana.
"Mau brondong kek atau om-om kek yang namanya cinta itu gak mandang umur kalau dah mantep ya gaslah ke KUA." Balas Cana yang masuk ke dalam kamar Yura yang memang pintunya tidak Yura kunci.
"Tapi pas aku ketemu Jeana lagi pas di konser dia udah cerita sama aku kalau dia itu emang suka sama Andra." Yura menceritakan tentang kejadian yang tadi saat di konser.
"Yaudah sih kalau bukan jodoh cari yang lain aja Yura." Ini Cana enteng banget kalau ngomong dia gatau apa Yura di sana itu menahan rasa sakit hatinya.